RADAR SURABAYA - Alun-Alun Surabaya di kawasan Kemayoran menyimpan sejarah panjang tentang toleransi beragama.
Dahulu, alun-alun ini menjadi halaman bagi dua rumah ibadah besar, masjid dan gereja, yang kini tak lagi bisa disaksikan bersamaan karena perubahan tata ruang.
Masyarakat hidup harmonis di antara perbedaan, rukun dan damai, berdampingan dalam toleransi dengan menerima serta menghargai setiap perbedaan latar belakang budaya, agama, atau pendapat.
Sayangnya, kini pemandangan tersebut tak lagi bisa disaksikan.
Bangunan sekolah telah berdiri di atas lapangan alun-alun, menghalangi pandangan antara kedua rumah ibadah.
"Sekarang tidak bisa lagi melihat dua rumah ibadah dari satu lokasi lapangan alun-alun. Dulu pada zamannya dua rumah ibadah ini dapat dipandang dari satu titik yang sama. Jika menghadap ke Barat, terlihat berdiri Masjid Kemayoran. Bila menghadap ke Timur, terlihat Gereja Katedral," jelas Nanang.
Editor : Nofilawati Anisa