Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Daendels Pernah Membangun Jalan di Surabaya

Mus Purmadani • Senin, 13 Oktober 2025 | 15:08 WIB
Marsekal Herman Willem Daendels
Marsekal Herman Willem Daendels

RADAR SURABAYA - Jalan Raya Daendels atau Jalan Raya Pos pernah melewati Surabaya.

Jalan ini adalah Jalan Rajawali (membujur dari barat ke timur) dan Jalan Jembatan Merah (membujur dari utara ke selatan).

Pegiat Sejarah Kota Surabaya Achmad Zaki Yamani mengatakan Surabaya menjadi pos penghubung Anyer di Jawa Barat dan Panarukan di Jawa Timur.

Jalan Raya, yang melewati kawasan Lamongan dan Tuban di wilayah Pantai Utara, masih dikenal sebagai Jalan Raya Daendels olen masyarakat setempat.

“Jalan Raya Daendels di Surabaya melewati depan Kantor Gezaghebber Java’s Van Den Oosthoek (Pantai utara Jawa bagian Timur) atau juga disebut Kantor Karesidenan Surabaya. Sekarang kantor itu sudah dibongkar. Dulu berdiri di depan Jembatan Merah sisi barat,” katanya, Senin (13/10).

Kemudian penjara Kalisosok adalah penjara militer yang diinisiasi oleh Daendels.

Letaknya di luar tembok kota sisi utara. Penjara Kalisosok ini menempati lahan, yang sebelumnya merupakan Taman VOC, tempat rekreasi warga Eropa di Surabaya.

Sementara itu Sejarawan Universitas Airlangga Purnawan Basundoro mengatakan Deandels membangun jalan penghubung antar satu kota dengan kota yang lain. Termasuk dari Surabaya ke Sidoarjo.

Dari peta Surabaya tahun 1825, yakni 14 tahun setelah Deandels ditarik kembali ke Eropa, secara samar-samar tampak jalur bagian selatan Surabaya.

Tidak seperti jaringan jalan sekarang yang terpusat garis lurus di Jalan A Yani, melainkan mengikuti Sungai Kalimas.

Kalau diamati pada peta yang sekarang, tampak jaringannya melalui Jalan Tunjungan-Jalan Basuki Rahmat.

Dari Jalan Basuki Rahmat tersebut masuk ke Jalan Keputran. Dari sana lanjut ke Jalan Dinoyo menyusuri sungai sampai di Jalan Darmo Kali.

Di ujung jalan itulah ada pertigaan yang satu lanjut ke Jalan Joyoboyo sampai Jalan Mastrip.

Satu lagi menyebrang Jembatan Wonokromo menuju ke Jalan A Yani sampai ke Waru, Sidoarjo.

"Dulu Jalan Daendels ini tidak selebar sekarang. Hanya 7,5 meter lebarnya," katanya.

Menurutnyan jalan yang dibangun Daendels pada perkembangan tata Kota Surabaya menjadi jalan utama.

Meski kemudian seiring perkembangannya jalan raya di Kota Pahlawan, apa yang ada masa Daendels tak semuanya jadi protokol. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#jembatan merah #jalan rajawali #surabaya #membangun #jalan #protokol #daendels #anyer #panarukan