RADAR SURABAYA - Rumah Sakit (RS) Darmo yang berada di Jalan Raya Darmo, Surabaya merupakan salah satu rumah sakit yang dikelola oleh swasta.
Bangunan rumah sakit era kolonial ini, memiliki arsitektur khas Eropa dan mempertahankan struktur aslinya.
Menurut pegiat sejarah Kota Surabaya, Nur Setiawan, RS Darmo awalnya adalah sebuah klinik kesehatan di era kolonial yg terletak di daerah Ngemplak, Surabaya.
Klinik ini didirikan pada tahun 1898 atas inisiatif perkumpulan masyarakat Belanda yang tinggal di Surabaya.
"Perkumpulan itu bernama Soerabaiasche Zieken Verpleging (SZV) yang dipimpin oleh HJ Offerhaus. Meskipun hanya klinik biasa, kala itu fasilitas kesehatan ini bisa dibilang memadai karena memiliki lebih dari 50 ranjang rawat inap beserta tenaga medisnya,” jelas Wawan, sapaan akrab Nur Setiawan.
Agar bisa menampung serta melayani lebih banyak pasien, pada awal abad 20 klinik milik Soerabaiasche Zieken Verpleging melakukan pengembangan dengan membuat rumah sakit.
Karena banyaknya masyarakat yang butuh perawatan serta pertolongan medis.
"Pada tahun 1921 Soerabaiasche Zieken Verpleging membeli sebidang tanah di selatan Surabaya, tepatnya di Jalan Darmo. Pada tanggal 15 Januari 1921 dimulailah pembangunan rumah sakit tersebut dengan dipimpin oleh salah seorang pengurus SZV, Mejuffr G. Hempenius," ungkap Wawan.
Arsitektur rumah sakit yang mengadopsi gaya Eropa tersebut juga dilengkapi dengan sebuah bunker sebagai tempat evakuasi dan perlindungan yang terletak di bagian halaman.
"Di atas bagian depan atapnya dibentuk serupa menara yg khas seperti gereja di negeri Belanda," tambah Wawan.
Kini rumah sakit pernah dijadikan lokasi syuting film Rhoma Irama pada tahun 1980-an tersebut, telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dikarenakan sarat sejarah. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa