RADAR SURABAYA - Tidak banyak yang tahu jika Balai Kota Surabaya pernah ada di Kawasan Kota Lama.
Bangunan Balai Kota Lama Surabaya sudah berdiri sejak era VOC hingga awal tahun 1930.
"Letak Kantor Balai Kota Lama Surabaya persis berada di barat Jembatan Merah. Posisinya menghadap ke jembatan yang riwayatnya pernah terbuat dari kayu dan jembatannya bisa diangkat untuk memberi akses perahu perahu yang lewat di bawahnya. Jembatan angkat ini sudah ada di awal abad 19 di era Gubernur Jendral Daendels," ujar Pegiat Sejarah Kota Surabaya, Nanang Purwoko, Senin (29/9).
Menurut Nanang, Kantor Balai Kota Lama Surabaya dalam perkembangannya pernah menjadi Kantor Residen Surabaya, kantor Gubernur Jawa Timur dan kantor Balai Kota Surabaya.
Karena posisinya persis berada di tengah tengah jalan, yang menghubungkan Heerenstraat (Jalan Rajawali) dan Handelstraat (Jalan Kembang Jepun).
Maka pada awal tahun 1930-an, gedung pemerintah ini dibongkar.
Selanjutnya kantor gubernur Jawa Timur pindah ke Jalan Pahlawan (Aloen Aloen Straat) dan Kantor Balai Kota Surabaya berpindah ke gedung baru di Ketabang.
"Kantor Balai Kota Lama Surabaya di kawasan Jembatan Merah ini dalam satu paket tata kota yang bergaya Eropa. Ada Balai Kota, ada alun alun (taman) kota dan ada gereja serta jalan utama," jelasnya.
"Sekarang Balai Kota Lama Surabaya sudah tidak ada dan sama sekali tidak membekas. Kecuali Jalan Glatik yang ada di bagian belakang Balai Kota Lama. Jalan Glatik, dahulu, bernama Stadhuissteeg, yang berarti Gang Balai Kota," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa