Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Misteri Inisial "S.B." Van der Tuuk Terungkap, Ternyata Punya Ikatan Emosional dengan Surabaya

Rahmat Sudrajat • Jumat, 26 September 2025 | 22:55 WIB
Herman Neubronner van der Tuuk
Herman Neubronner van der Tuuk

RADAR SURABAYA - Sosok Herman Neubronner van der Tuuk, seorang ahli bahasa Belanda terkemuka, ternyata memiliki ikatan emosional mendalam dengan Surabaya.

Ia bahkan mengubah namanya dengan inisial "S.B." yang merupakan kependekan dari Surabaya, sebagai bentuk penemuan jati dirinya.

Menurut C.D. Grijns, seorang ilmuwan Belanda dari Universitas Leiden, Van der Tuuk lahir di Malaka pada tahun 1824 dan pernah tinggal di Surabaya bersama orang tuanya saat berusia 10 tahun, sekitar tahun 1834.

Kemudian pada tahun 1845, ia pindah ke Leiden untuk mendalami Bahasa Sansekerta, Arab, dan Persia di bawah bimbingan Th.W.J. Juynboll.

Pegiat sejarah Surabaya Nanang Purwono menjelaskan, pada tahun 1845, Van der Tuuk berusia 21 tahun.

Setahun kemudian, saat berusia 22 tahun atau pada tahun 1846, ia mengambil inisial "S.B." untuk namanya.

"Entah ada alasan apa Van der Tuuk menggunakan inisial S.B. yang berarti Surabaya. Yang jelas ia adalah ahli bahasa termasuk mempelajari bahasa Kawi atau Jawa Kuna. Tentu ia mengerti alasan secara linguistik. Apa itu makna Surabaya," ujar Nanang.

Nanang menambahkan, Surabaya, yang berasal dari kata "Syurabhaya" dalam bahasa Jawa Kuna, memiliki arti "berani menghadapi bahaya", atau singkatnya sang pemberani julukan ini sangat relevan dengan sikap Van der Tuuk.

"Nyatanya Van der Tuuk memang Sang Pemberani. Sikapnya berani menentang budaya kolonial dan karena itu ia menjadi kontroversial dalam masyarakat Eropa dan pejabat kolonial," jelas Nanang.

Keberanian Van der Tuuk ditunjukkan melalui tindakannya yang berani bertelanjang dada dan menggunakan bahasa daerah secara luas.

Sebuah perilaku yang kontras dengan kebiasaan masyarakat Eropa di Hindia Belanda.

Apalagi ayahnya adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan di Surabaya.

Diduga, inisial "S.B." ini mulai digunakan Van der Tuuk saat ia masih menempuh pendidikan di universitas di Belanda.

"Rasa unjuk jati diri atau penemuan identitas diri sangat mungkin muncul dan menguat di usia universitas,” sambungnya.

Pemahaman Van der Tuuk tentang Surabaya yang berasal dari bahasa Kawi "Syurabhaya" dengan sumber prasasti Canggu 1358 M, diperkuat oleh studinya tentang bahasa dan aksara Kawi.

Ini menjadi pengalaman emosional penting baginya. Ikatan emosional lainnya adalah karena orang tuanya tinggal di Surabaya.

Ayahnya, Mt. S. van der Tuuk, adalah mantan Kepala Pengadilan Raad Van Justitie Surabaya yang meninggal pada tahun 1853 dan dimakamkan di Peneleh.

"Yang jelas ketika Van der Tuuk meninggal pada 1894 ia dimakamkan dalam satu liang lahat yang sama," pungkasnya. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Surabayapedia #Emosional #surabaya #Ikatan #Herman Neubronner van der Tuuk #Belanda #ilmuwan #Radar Surabaya