RADAR SURABAYA - Kawasan Jambangan dahulu merupakan wilayah jabakota (pinggiran) Surabaya. Kawasan Jambangan di era Kolonial masih berupa kawasan lahan dan tegalan.
Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan jika menarik cerita dari warga sekitar penamaan Jambangan berasal dari sebuah kedung (waduk) berukuran kecil yang berada di kawasan ini.
"Kedung tersebut mempunyai bentuk mirip Jambang atau wadah, sehingga penamaan dukuh ini diambil dari peristiwa alam yg ada di sekitar tempat tersebut," ujarnya kepada Radar Surabaya.
Dia menambahkan, kampung Jambangan bisa dikatakan sebagai bagian dari kawasan Karah dan Ketintang.
Dahulu Jambangan merupakan kawasan pinggiran Surabaya (jabakota) yang tak banyak dihuni oleh masyarakat sifatnya mirip hutan dan tegalan.
"Kemunculan nama Dukuh (kampung) Jambangan diduga setelah Indonesia merdeka. Pada tahun 1960 an terjadi urbanisasi besar-besaran, masyarakat yang berasal dari luar Surabaya mulai berdatangan di sini untuk mengadu nasib," terangnya.
Salah satu pendiri Surabaya Historical ini menuturkan, Jambangan dipilih sebagai tempat peristirahatan dan bermukim oleh kaum urban tersebut.
"Kawasan yang awalnya sepi berupa tegalan mulai ramai dihuni oleh kaum urban yang mengadu nasib di Surabaya, apalagi letak wilayah Jambangan juga tak jauh dari kali Surabaya (induk Kalimas), sehingga tempat ini bisa menjadi jujugan oleh siapa saja," terangnya.
Wawan menjelaskan, dahulu di Jambangan terdapat jalan pintas dari Wonokromo untuk menuju ke kawasan Sepanjang Sidoarjo.
"Awalnya jalan ini hanya jalan kecil, dikarenakan banyak orang yang menggunakan jalur tersrbut maka jalan lama ini diperlebar menjadi jalan penghubung kawasan selatan Surabaya dengan kabupaten Sidoarjo," tegasnya.
Kini kawasan Jambangan menjadi permukiman padat penduduk. Jambangan juga menjelma sebagai Kecamatan.
Total terdapat empat kelurahan di wilayah Kecamatan Jambangan.
Di antaranya kelurahan Jambangan, Pagesangan, Karah dan Kebonsari. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa