Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Stasiun Gubeng Wujud Kemajuan Transportasi Darat di Surabaya pada Abad 19

Andy Satria • Senin, 22 September 2025 | 12:01 WIB
KLASIK: Wajah Stasiun Gubeng lama di Jalan Stasiun Gubeng Surabaya.
KLASIK: Wajah Stasiun Gubeng lama di Jalan Stasiun Gubeng Surabaya.

RADAR SURABAYA - Surabaya memiliki banyak stasiun kereta api yang masih aktif, baik itu stasiun untuk penumpang maupun khusus barang.

Salah satunya adalah stasiun kereta api Gubeng, yang memiliki dua sisi.

Yakni yang dikenal dengan Stasiun Gubeng Lama di Jalan Stasiun Gubeng dan Stasiun Gubeng Baru di Jalan Gubeng Masjid.

Keduanya masih satu komplek dengan peruntukan masing-masing. Hanya beda nama jalannya saja.

Dan saat ini Stasiun Gubeng merupakan bangunan yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui SK Wali Kota dan juga SK Menbudpar.

Menurut pegiat sejarah kota Surabaya, Nur Setiawan, Stasiun Gubeng mulai dibangun pada tahun 1878 oleh perusahaan Statspoorwagen.

“Awal berdiri, Stasiun Gubeng berupa stasiun kecil yang hanya menampung sekian orang saja. Namun karena Surabaya merupakan kota industri dan perdagangan, apalagi di kawasan Gubeng juga terdapat pabrik gula, maka di awal abad 20 (tahun 1900-an), dilakukan renovasi pada fisik Stasiun Gubeng agar lebih luas dan bisa melayani lebih banyak penumpang," ujar Nur Setiawan.

Wawan, sapaan Nur Setiawan menjelaskan bahwa Stasiun Gubeng lama yang terletak di sisi barat rel kereta api ini, keberadaannya merupakan bentuk kemajuan transportasi darat di Surabaya pada abad 19-20.

"Surabaya sebagai kawasan satelit otomatis harus mempunyai fasilitas transportasi yang memadai salah satunya stasiun kereta api," jelasnya.

Ia juga mengisahkan bahwa pernah ada peristiwa unik di stasiun ini pada tahun 1950-an, dimana presiden pertama RI Sukarno datang dari Jakarta ke Surabaya turun melalui Stasiun Gubeng lama.

Saat itu kerumunan massa hadir menyaksikan sang proklamator, menyambut dengan sukacita.

Sebelumnya stasiun ini juga sebagai tempat akomodir para pengungsi dari Surabaya keluar kota saat meletus perang 10 November.

“Dari peristiwa itu Stasiun Gubeng ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya, karena mempunyai nilai arsitektur era kolonial hingga kemelekatan sejarah di paruh abad 20," kisahnya. (sam/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Surabayapedia #bangunan #Kota Perdagangan #kereta api #stasiun gubeng #Tranportasi #cagar budaya #Radar Surabaya