RADAR SURABAYA – Tak banyak yang tahu, di balik riuhnya wisata bahari Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran Lama, tersimpan jejak sejarah yang nyaris terlupakan.
Yaitu sebuah bunker bawah tanah yang diduga peninggalan masa kolonial Belanda.
Pegiat sejarah kota Surabaya, Nur Setiawan, menyebut bunker tersebut awalnya tertutup rapat dan tidak diketahui publik selama bertahun-tahun.
Keberadaannya baru terungkap beberapa tahun lalu, dalam kondisi dipenuhi sampah.
“Dulu di atas bunker sempat difungsikan sebagai panggung hiburan. Setelah dipugar, bentuknya dikembalikan seperti keadaan asalnya,” tutur Wawan, sapaan akrabnya.
Meski belum ada catatan resmi siapa pembangunnya, Wawan menduga bunker itu merupakan bagian dari sistem pertahanan pesisir Surabaya, kemungkinan masih terhubung dengan benteng Kedung Cowek.
Dari ciri fisik bangunan, ia menilai bunker tersebut sezaman dengan konstruksi militer kolonial Belanda.
Fungsi utamanya, kata dia, sebagai tempat pertahanan sekaligus perlindungan jika terjadi serangan musuh dari laut.
Letaknya yang strategis di pesisir membuat bangunan ini sangat vital pada masanya.
“Belum ada kajian sejarah resmi yang menyebutkan peninggalan siapa. Tapi ciri-ciri fisiknya kuat mengarah ke era Belanda. Pemerintah perlu menelitinya lebih jauh, bahkan kalau perlu ditetapkan sebagai cagar budaya,” tegas Wawan.
Selain menyimpan nilai historis, keberadaan bunker ini diyakini bisa menjadi daya tarik wisata baru. “Tak hanya situs sejarah, tapi juga bisa dijadikan obyek wisata kesejarahan pertahanan pesisir Surabaya,” imbuhnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa