RADAR SURABAYA - Sebuah jejak penting dalam sejarah Surabaya perlahan menghilang seiring berjalannya waktu.
Alun-alun Kabupaten Surabaya yang dulunya berada di kawasan Kemayoran, kini telah berubah fungsi menjadi kompleks sekolah.
Di lokasi tersebut, berdiri SMPN 2 Surabaya dan Sekolah Ta’miriyah.
Menurut pegiat sejarah Surabaya, Nanang Purwono, lokasi lapangan depan masjid yang kini menjadi sekolah, dulunya adalah alun-alun.
Hal ini didasarkan pada sumber dari wereldmuseum.nl dan peta lama Surabaya tahun 1920-an.
"Lapangan depan masjid itu adalah alun-alun Kabupaten Surabaya yang dahulu Surapringga. Seiring waktu, alun-alun yang merupakan milik pemerintah, berubah menjadi kompleks sekolahan swasta," ujar Nanang.
Perubahan fungsi ini berdampak pada hilangnya jejak sejarah Surabaya.
Banyak warga Surabaya yang tidak lagi mengetahui lokasi alun-alun Surabaya yang sebenarnya.
"Hilangnya alun-alun ini menjadi pengingat pentingnya menjaga dan melestarikan jejak-jejak sejarah kota Surabaya agar tidak terlupakan oleh generasi mendatang," tuturnya.
Sementara itu, rumah bupati Surabaya didirikan pada era yang sama dengan pembangunan kompleks pusat pemerintahan klasik Surabaya.
Kompleks ini meliputi Masjid Surapringga, Alun-Alun Surapringga, dan kawasan Kauman, yang semuanya dibangun sekitar tahun 1840-an.
Keberadaan rumah bupati ini menjadi saksi bisu dari perkembangan pusat pemerintahan Surabaya pada masa lampau. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa