Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jalan Gelatik Surabaya: Kawasan Perumahan Pejabat Era Kolonial

Mus Purmadani • Jumat, 12 September 2025 | 19:01 WIB

 

MEGAH: Salah satu rumah dengan arsitektur lama di Jalan Gelatik Surabaya.
MEGAH: Salah satu rumah dengan arsitektur lama di Jalan Gelatik Surabaya.

RADAR SURABAYA - Jalan Gelatik merupakan salah satu kawasan bersejarah di Kota Lama Surabaya.

Di sepanjang Jalan Gelatik ini berderet rumah-rumah dengan arsitektur lama.

Pegiat sejarah Kota Surabaya Nanang Purwono mengatakan Jalan Gelatik dulunya bernama Stadhuis Steeg, yang berarti Gang Balai Kota.

Menurutnya Balai Kota Surabaya, sebelum di kawasan Ketabang sekarang, pernah berada di Kawasan Kota Lama.

"Balai Kota Surabaya sekarang, yang dibangun pada tahun 1920-an, dilengkapi dengan fasilitas perumahan pejabat Kota. Salah satunya adalah kediaman walikota Surabaya. Nah, Balai Kota Surabaya dulu, yang ada di kawasan Jembatan Merah di abad 18 dan 19, juga pernah ada komplek perumahan pejabat Balai Kota. Perumahan ini berada di Gang Balai Kota atau Stadhuis Steeg, yang sekarang bernama Jalan Gelatik," terangnya.

Nanang menambahkan di sepanjang jalan Gelatik, Gang Balai Kota, masih berdiri rumah rumah lama, yang dapat dikenali dari arsitekturnya.

Sementara itu, Pegiat Sejarah Kota Surabaya lainnya Nur Setiawan mengatakan Jalan Gelatik, Garuda, Mliwis dan sekitarnya punya sejarah yang sama.

Sejak awal berdiri namanya Willemplein Park, lalu di Oktober dan November 1945 menjadi saksi perang Surabaya.

"Willemplein sekarang jadi taman sejarah di depan JMP/kota lama," katanya.

"Dahulu jalan kasuari merupakan pemukiman Eropa atau yang kini kita kenal sebagai Kota Lama Surabaya. Di tempat ini selain sebagai hunian juga berdiri bangunan yg dipergunakan oleh orang orang Belanda sebagai kantor maupun tempat berdagang dan lain sebagainya," imbuhnya.

Menurut Wawan perkampungan Eropa yang berada di kawasan kota lama ini mempunyai beberapa lorong gang.

Yang kemudian saat Indonesia merdeka ditandai dengan nama jalan berjuluk burung, seperti kasuari, gelatik, prenjak, rajawali hingga garuda.

"Jalannya sudah ada sejak era kolonial, pemberian nama burung setelah kemerdekaan," pungkasnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#pegiat sejarah #Mliwis #Jalan Gelatik #rumah #pejabat #kota lama #balai kota #kolonial #Radar Surabaya #Nur Setiawan #NANANG PURWONO