Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Indonesia dan Malaysia Dulu Pernah Hampir Jadi Satu Negara, Ini Kisahnya

Muhammad Firman Syah • Senin, 25 Agustus 2025 | 14:18 WIB
Ilustrasi bendera Indonesia dan Malaysia.
Ilustrasi bendera Indonesia dan Malaysia.

Radar Surabaya - Sejarah menyimpan kisah yang jarang diingat. Indonesia dan Malaysia pernah hampir menjadi satu negara. Gagasan besar itu lahir menjelang Proklamasi 1945 dengan nama Indonesia Raya, mencakup Indonesia, Malaya, Singapura, Brunei, hingga Kalimantan Utara.

Pada 12 Agustus 1945, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat dipanggil ke Dalat, Vietnam, oleh Marsekal Terauchi yang menjanjikan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus. Dalam perjalanan pulang, rombongan singgah di Singapura dan kemudian bertemu Ibrahim Yaacob serta Burhanuddin Al-Helmy di Taiping, Perak. Kedua tokoh pergerakan Malaya itu tengah memperjuangkan kemerdekaan dari Inggris.

Pertemuan mereka memunculkan ide menyatukan Malaya dengan Indonesia yang sebentar lagi merdeka. Soekarno menegaskan satu tanah air bagi mereka yang berdarah Indonesia. Hal tersebut kemudia dijawab Ibrahim Yaacob, sebagai orang Melayu akan setia menciptakan tanah air dengan menyatukan Malaya dengan Indonesia yang merdeka.

Namun sejarah bergerak cepat. Jepang menyerah kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945, hanya dua hari setelah pertemuan itu. Di Jakarta, golongan muda mendesak proklamasi segera. Pada 17 Agustus, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Gagasan Indonesia Raya pun kandas.

Sejarawan Boon Kheng Cheah dalam Red Star Over Malaya menyebut ada kemungkinan Mohammad Hatta menolak gagasan persatuan tersebut. Alasannya bisa beragam, mulai dari faktor diplomasi, urgensi membangun negara baru yang stabil, atau kehati-hatian terhadap keterlibatan Jepang dalam wacana itu.

Sejak itu, ide Indonesia Raya kehilangan pijakan. Ibrahim Yaacob dan kelompoknya terpaksa mengubah arah perjuangan. Malaya akhirnya merdeka 12 tahun kemudian, pada 31 Agustus 1957, dengan jalur berbeda dan memilih tetap di bawah payung Persemakmuran Inggris sebelum membentuk Malaysia pada 1963.

Seandainya persatuan itu berhasil, Asia Tenggara mungkin berbeda. Indonesia Raya akan menjadi kekuatan raksasa dengan wilayah luas, sumber daya berlimpah, dan identitas serumpun sebagai perekat. Namun tantangan politik, ekonomi, dan etnis membuat penyatuan itu sulit diwujudkan. (jua/fir)

Editor : M Firman Syah
#melayu #kemerdekaan #indonesia #tanah air #bersatu #malaysia #sejarah