RADAR SURABAYA - Di era kolonial terdapat jalur trem milik Staatspoorwegen (SS) yang membentang dari Stasiun Benteng ke Jalan Kalimas Timur, Surabaya.
Jalur tersebut merupakan jalur yang digunakan untuk mengangkut barang hasil produksi pabrik N.V Nederlandsch Indische Industrie (kini PT BBI) dan barang dari kompleks pergudangan yang ada di kawasan Kalimas Timur.
Pemerhati Sejarah Kereta Api Navy Eka Pattiruhu mengatakan, jalur cabang menuju pabrik di sisi Kalimas Timur yang membentang dari Stasiun Benteng (dulu Halte Prins Hendrik) dibuka sejak tahun 1901.
Pembangunan jalur ini bersamaan dengan penutupan akses dok galangan kapal lama di sisi utara pabrik yang memotong Jalan Kalimas Timur.
"Dibuka tahun 1901. Jalur tersebut dibuat pengangkutan untuk produk dari pabrik baja itu," ungkapnya.
Dijelaskan Navy, selain untuk angkutan produksi pabrik rel yang membentang sepanjang Jalan Kalimas Timur itu, juga dibuat jalur angkutan barang dari sejumlah komplek pergudangan lawas.
Salah satu pabrik baja yang terkenal di kawasan Kalimas Timur adalah N.V Nederlands Indische Industrie.
Awalnya pabrikan mesin tersebut memulai bisnis dengan membuka layanan perbaikan kapal.
Namun di tengah jalan (tahun 1878) memutuskan juga merambah keperluan industri lainnya terutama pada kebutuhan pendukung industri gula.
Keberadaan jalur tersebut masih digunakan hingga sekitar tahun 1960-an.
"Namun ketika industri sama kegiatan ekonomi di Kalimas Timur mandeg angkutan sepurnya ikut mati. Matinya itu kira-kira tahun 1970-an," terangnya.
Navy melanjutkan kini untuk bekas jalur rel trem di Kalimas Timur masih ada.
Namun kini sudah tertutup paving dan jalan. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa