Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

SURABAYAPEDIA: Pesarean Pangeran Kudo Kardono, Jejak Majapahit di Jantung Surabaya yang Kerap Dikunjungi Presiden Kedua RI Soeharto selama 32 Tahun

Nofilawati Anisa • Senin, 14 Juli 2025 | 22:32 WIB
JEJAK MAJAPAHIT: Komplek Pesarean Pangeran Kudo Kardono, yang terletak di Jalan Cempaka nomor 25, Surabaya.
JEJAK MAJAPAHIT: Komplek Pesarean Pangeran Kudo Kardono, yang terletak di Jalan Cempaka nomor 25, Surabaya.

RADAR SURABAYA - Di tengah hiruk pikuk Kota Pahlawan yang dipenuhi gedung pencakar langit dan lalu lalang kendaraan, tersimpan sebuah permata sejarah yang luput dari perhatian banyak orang.

Petilasan dan Komplek Pesarean Pangeran Kudo Kardono, yang terletak di Jalan Cempaka nomor 25, Surabaya, menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu. Konon berasal dari era Kerajaan Majapahit.

Keberadaan situs ini bahkan pernah menarik perhatian Presiden kedua RI, Soeharto, yang kerap berziarah ke tempat ini.

Foto-foto kunjungannya masih terpampang jelas di dinding cungkup, menjadi bukti betapa pentingnya situs ini bagi sejarah.

Menurut pegiat sejarah Surabaya, Nur Setiawan, Pangeran Kudo Kardono bukanlah sosok sembarangan karena seorang perwira militer Kerajaan Majapahit yang diutus untuk menjaga keamanan pesisir utara Pulau Jawa bagian timur.

"Wilayah kekuasaannya kala itu meliputi Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo. Sebagai pusat strategi, Pangeran Kudo Kardono mendirikan markasnya di wilayah Tegalsari, Kampung Surabayan, Kaliasin, dan sekitarnya," ujar Wawan, sapaan karib Nur Setiawan.

Riwayat lisan menyebutkan, Pangeran Kudo Kardono merupakan panglima kepercayaan Raja Jayanegara (Kalagemet) yang berkuasa pada tahun 1309 hingga 1328 Masehi.

Lebih lanjut Wawan menjelaskan, konon Pangeran Kudo masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan Patih Agung Gajah Mada, salah seorang petinggi Majapahit yang namanya tersohor hingga kini.

Meskipun memiliki peran sentral, sosok Pangeran Kudo Kardono masih diselimuti misteri.

"Tidak ada literasi kuno berupa prasasti maupun lontar yang menulis riwayat beliau secara rinci," jelas Wawan.

Sejarahnya hanya dituturkan secara lisan dari generasi ke generasi oleh orang-orang tua Surabaya yang meyakini Pangeran Kudo Kardono sebagai pahlawan dari masa lalu.

"Salah satu riwayat yang paling dikenal adalah perannya dalam menumpas pemberontakan Ra Kuti pada tahun 1319 Masehi, yang hendak merongrong pemerintahan Raja Jayanegara. Di petilasan inilah, Pangeran Kudo Kardono gugur bersama prajuritnya sebagai ksatria, mempertahankan tahta Raja Jayanegara dari upaya kudeta" jelasnya.

Masyarakat setempat juga memiliki cerita tutur tentang asal-usul wilayah sekitar petilasan.

Dahulu, Jalan Cempaka dan sekitarnya merupakan tegalan yang banyak ditumbuhi tanaman gading putih.

"Daerah tersebut dikenal sebagai Dukuh Surabayan, yang kini menjadi Kampung Surabayan, dan Tegal Bobot Sari, yang kini menjadi wilayah Tegalsari," tuturnya.

Mengingat letaknya yang strategis di jantung kota dan menjadi incaran para investor, Pemerintah Kota Surabaya telah menetapkan Petilasan dan Pesarean Pangeran Kudo Kardono sebagai Bangunan Cagar Budaya melalui SK Wali Kota.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kelestarian situs bersejarah ini tetap terjaga, agar jejak-jejak kejayaan Majapahit di Surabaya tidak hilang ditelan zaman. (rmt/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Surabayapedia #presiden #komplek #Pesarean #kerajaan majapahit #Nur Setiawan #petilasan