RADAR SURABAYA - Arca Joko Dolog yang menjadi perwujudan Raja Kertanegara adalah lambang cikal bakal konsepsi persatuan Nusantara, wawasan Nusantara. Isi konsep ini terbingkai dalam bahasa Sansekerta dan aksara Jawa.
Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nanang Purwono mengatakan, secara ringkas gagasan persatuan atau wawasan Nusantara itu bermula dari Jawa Timur, yang perwujudan sosok penggagasnya sekarang ada di Surabaya. "Tak salah jika Joko Dolog dianggap menjadi simbol diplomasi masa lalu, sekarang dan mendatang," katanya.
Nanang menuturkan, sosok Arca Joko Dolog sudah tidak asing bagi warga Surabaya. Tapi isinya masih terlalu asing. Prasasti Wurare ini ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan menggunakan aksara Jawa Kuno atau Kawi.
"Prasasti ini dibuat sekitar 21 November 1289 dan berisi penghormatan untuk Raja Kertanegara, raja terakhir kerajaan Singhasari," jelasnya.
Arca Joko Dolog adalah arca Buddha dimana aksara dan bahasa Jawa Kuno bersatu dengan bahasa Sansekerta.
Ilustrasi perpaduan fisik ini bagai perpaduan keyakinan Kertanegara dimama Hindu bersatu dengan Budha dan jadilah Siwa Budha yang menjadi keyakinan Raja Kertanegara. Sebuah lambang persatuan yang pernah diidamkan oleh Kertanegara.
"Kertanegara, raja terakhir Singhasari, memang memiliki cita-cita untuk menyatukan wilayah Nusantara di bawah kekuasaannya. Ia dianggap sebagai penguasa Jawa pertama yang memiliki ambisi untuk menyatukan Nusantara," jelasnya.
Usaha Kertanegara untuk mencapai cita-citanya ini kemudian menginspirasi Mahapatih Gajah Mada di masa pemerintahan Majapahit, yang juga bertekad menyatukan Nusantara.
Kertanegara, yang memerintah Singhasari antara tahun 1268-1292, dikenal sebagai raja yang berambisi memperluas wilayah kekuasaannya.
Ia memiliki visi untuk menjadikan Singhasari sebagai pusat kekuasaan yang menguasai seluruh Nusantara.
"Gajah Mada, yang kemudian menjadi Mahapatih Majapahit, sangat terinspirasi oleh cita-cita Kertanegara untuk menyatukan Nusantara. Sumpah Palapa yang diikrarkan Gajah Mada dapat dianggap sebagai pernyataan politik untuk mewujudkan cita-cita tersebut," pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari