Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kisah Dibalik Tugu di Pemakaman Kembang Kuning Surabaya

Dimas Mahendra • Selasa, 17 Juni 2025 | 20:10 WIB

 

Tugu yang ada di antara kompleks pemakaman Kristen Kembang Kuning Surabaya merupakan makam dari pemimpin Kota Surabaya di zaman kolonial Belanda.
Tugu yang ada di antara kompleks pemakaman Kristen Kembang Kuning Surabaya merupakan makam dari pemimpin Kota Surabaya di zaman kolonial Belanda.

RADAR SURABAYA - Kota Surabaya banyak menyimpan sejarah menarik yang belum semua orang mengetahui.

Salah satunya ialah tentang adanya tugu di tengah kompleks pemakaman makam Kristen Kembang Kuning.

Sepintas jika dilihat, tugu itu adalah tugu yang mungkin bagi sebagian orang biasa saja.

Namun, jika ditelusuri, tugu itu merupakan makam salah satu orang penting dalam kepemerintahan Kota Surabaya.

Pegiat sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan, tugu itu merupakan makam dari pemimpin Kota Surabaya pada zaman kolonial Belanda bernama Gerrit Jan Dijkerman.

"Pada tahun 1920, G.J. Dijkerman diangkat menjadi wali kota kedua dengan periode 1920 sampai 1929 menggantikan Mr. A. Meijroos," kata pria yang akrab di sapa Wawan itu.

Sebelumnya, Wawan melanjutkan, Dijkerman mengawali karirnya sebagai pegawai dinas pekerjaan umum yang pada saat itu disebut Burgerlijk Openabaare Werken (BOW).

Usai dari jabatan itu, dia di negeri jajahan ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pengairan Brantas di Kediri yang dilanjut sebagai kepala pelabuhan di Surabaya.

"Dia insinyur yang kemudian menyulap Surabaya menjadi lebih tertata. Merancang dan membangun sejumlah infrastruktur yang peninggalannya masih bisa kita jumpai hingga sekarang," ucapnya.

Pada era kepemimpinannya, Surabaya menurut Wawan, mengalami revolusi besar-besaran.

Sayangnya, G.J. Dijkerman ini kemudian meninggal dunia pada 28 Januari 1929. Tepat enam hari usai perayaan ulang tahunnya.

Dia kemudian dimakamkan di tengah-tengah kompleks pemakaman berhias patung malaikat dan piala di atas pusara sebagai peringatan atas jasa-jasanya.

Beberapa peninggalan pemerintahannya itu seperti mengubah sejumlah tempat menjadi lebih artistik yaitu Jembatan Gubeng, Jembatan Wonokromo, dan menata kawasan industri Ngagel di era itu. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #Wali Kota #Gerrit Jan Dijkerman #surabaya #makam kembang kuning #Kolonial Belanda