Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jalan Tunjungan, Dari Rawa Tunjung Menjelma Jadi Pusat Perdagangan

Dimas Mahendra • Selasa, 10 Juni 2025 | 22:14 WIB
Kawasan Tunjungan dahulu merupaka area berawa yang banyak ditumbuhi tanaman tunjung atau teratai.
Kawasan Tunjungan dahulu merupaka area berawa yang banyak ditumbuhi tanaman tunjung atau teratai.

RADAR SURABAYA – Jalan Tunjungan kini dikenal sebagai ikon kota Surabaya yang tak hanya menjadi pusat wisata belanja dan kuliner, tapi juga menyimpan sejarah panjang sejak era kolonial.

Di balik gemerlap lampu dan hiruk-pikuk kawasan ini, tersimpan jejak masa lalu yang erat kaitannya dengan kondisi geografis dan dinamika sosial Surabaya tempo dulu.

Pegiat sejarah kota Surabaya, Nur Setiawan menjelaskan bahwa kawasan Tunjungan merupakan salah satu kampung tua yang sudah tercatat dalam peta sejak masa Hindia Belanda.

Di abad ke-17 hingga 18, kawasan ini termasuk dalam ring terluar dari wilayah keraton Surabaya.

“Kawasan Tunjungan dinamakan demikian karena pada waktu itu masih terdapat kedung dan rawa yang banyak ditumbuhi tanaman air bernama Tunjung. Tanaman ini sejenis teratai yang banyak dijumpai di kawasan tropis yang lembab,” kata Nur Setiawan kepada Radar Surabaya.

Tunjung sendiri merupakan jenis bunga air yang identik dengan warna putih dan menyerupai teratai.

Keberadaan tanaman inilah yang kemudian melahirkan nama Tunjungan, yang diambil dari karakteristik alami kawasan tersebut pada masa lampau.

Namun, memasuki awal abad ke-20, wajah Tunjungan mengalami perubahan signifikan.

Kawasan ini tumbuh menjadi simpul penting dalam peta perdagangan Kota Surabaya, bersaing dengan kawasan Kembang Jepun.

“Di awal abad 20, Tunjungan merupakan simpul perdagangan selain Kembang Jepun. Di wilayah ini dikenal sebagai tempat untuk menjual barang-barang branded pada masanya,” jelasnya.

Nama besar Tunjungan juga diperkuat dengan kehadiran Oranje Hotel  yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit, salah satu hotel berkelas yang menjadi jujugan wisatawan Eropa saat berkunjung ke Surabaya.

Namun, bunga teratai putih yang dulunya tumbuh alami di rawa-rawa Tunjungan kini tinggal sejarah.

Padatnya pemukiman dan perkembangan kawasan urban telah menghapus jejak flora yang menjadi asal usul nama kawasan legendaris ini.

“Di abad 20 atau tahun 1900-an, bunga teratai putih yang menjadi asal usul kawasan Tunjungan sudah tidak dijumpai lagi, karena di area ini sudah mulai padat permukiman,” ungkap Nur Setiawan.

Kini, Jalan Tunjungan tak hanya menjadi simbol geliat ekonomi, tetapi juga jejak historis yang menunjukkan bagaimana kawasan ini berkembang dari wilayah rawa menjadi pusat modernisasi kota.

Dalam konteks pelestarian sejarah, penting bagi generasi muda Surabaya untuk mengetahui akar identitas ruang-ruang kota seperti Tunjungan agar warisan budaya tetap hidup di tengah laju urbanisasi. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #rawa #jalan tunjungan #tunjungan #surabaya #teratai #kolonial