Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Monumen Lokomotif di Stasiun Pasar Turi Surabaya, Jadi Saksi Kejayaan Kereta Api Tempo Dulu

M. Mahrus • Senin, 9 Juni 2025 | 18:16 WIB
Monumen lokomotif B1239 di depan Stasiun Pasar Turi, Surabaya menjadi saksi kejayaan kereta api tempo dulu.
Monumen lokomotif B1239 di depan Stasiun Pasar Turi, Surabaya menjadi saksi kejayaan kereta api tempo dulu.

RADAR SURABAYA - Ada monumen ikonik di depan Stasiun Pasar Turi, Surabaya. Monumen tersebut kerap dibuat spot foto calon penumpang kereta api (KA) yang akan naik KA melalui stasiun yang ada di Jalan Semarang, Surabaya.

Monumen itu adalah monumen Lokomotif B1239. Monumen lokomotif bercat warna hitam merah itu dipajang di depan Stasiun Pasar Turi Surabaya sejak tahun 1990 an.

Pemerhati Sejarah Kereta Api Navy Eka Pattiruhu mengatakan, lokomotif B1239 yang ada di stasiun Pasar Turi Surabaya dibuat oleh pabrik Weekspoor, Belanda tahun 1903.

Awalnya lokomotif dibeli dan digunakan oleh perusahaan trem SJS (Semarang-Joana Stoomtram) Maatschappij dan diberi nomor dinasan "SJS 54".

Berat dinas atau berat siapnya 13,5 ton. Memiliki kecepatan maksimal yang diijinkan 30 sampai 45 kilometer per jam. Lokomotif dimutasi ke Surabaya saat era agresi militer tahun 1946-1947.

Sebab, di Surabaya kekurangan lini traksi atau lokomotif sehingga dikirim banyak lokomotif dari Semarang.

Alasan lainnya pengiriman lokomotif karena SJS dan OJS, operator trem Surabaya waku itu, merupakan sister company alias di bawah satu indukan yang sama.

"Sampai era nasionalisasi tetap berada di Surabaya dan dipensiunkan antara tahun 1972/1973, kemudian dimonumenkan di depan kantor Eksplotasi Timur di Jalan Waspada, daerah Bibis pada hari ulang tahun Kereta Api Indonesia yang ke-25 tahun, tanggal 28 September 1973 dan diresmikan oleh Ir. Moerhadi, kepala PJKA Eksplotasi Timur," ujarnya kepada Radar Surabaya.

Navy melanjutkan, pada medio tahun 1990-an, lokomotif B1239 dipindah ke depan Stasiun Pasar Turi.

Penempatan tersebut masih berkaitan dengan latar belakang jalur trem uap yang pernah melintas di depan atau muka Stasiun Pasar Turi yang saat ini menjadi area parkir kendaraan (mobil).

Adanya plat pabrikan berbentuk oval bertuliskan "Beyer-Peacock, 1896 Manchester" itu bukan plat aslinya.

Plat didapat dari B12 lainnya yang juga pernah diproduksi oleh pabrik Inggris bernama Beyer-Peacock.

"Dipasang disitu hanya karena alasan kosmetik, sebagai estetika saja agar terlihat lengkap sebagai monumen," bebernya.

Pegiat Sejarah yang tergabung dalam Komunitas Begandring Soerabaia ini menuturkan, lokomotif B12 itu lokomotif uap, khususnya lokomotif trem terbanyak yang pernah ada di Indonesia.

"Jumlah totalnya ada 75, dari tahun 1882 sampai 1923. Tapi beberapa berguguran karena usianya sejak sebelum kedatangan Jepang. Menyusut jadi 45 unit saja sampai nasionalisasi," terangnya.

Ia menuturkan, lokomotif tersebut diproduksi dua pabrikan, Beyer-Peacock asal Inggris dan Werkspoor, Belanda. (rus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #surabaya #monumen lokomotif #kereta api #stasiun surabaya pasar turi