RADAR SURABAYA - Surabaya adalah Rotterdam-nya Jawa. Kalimat ini dikatakan arsitek modern dan pembaharuan yang sangat terkenal di Belanda dan Eropa, HP Berlage.
"Ketika berkunjung ke Surabaya pada 1923, sebagai bagian dari kunjungan Hindia Belanda, Berlage memang tidak mencatat Gedung Singa yang dibangun sesuai desainnya. Berlage bahkan tidak menuliskan seperti apa Kampung Eropa, di mana desainnya telah menjadi kenyataan," ujar Pegiat Sejarah Kota Surabaya, Nanang Purwono.
Justru, lanjut Nanang, yang digambarkan melalui sketsanya adalah Kampung Pecinan dan Kampung Arab serta pelabuhan kali di Pegirian, Nyamplungan.
Pelabuhan ini dekat dengan Kampung Ampel, dimana etnis Arab bermukim. Kampung etnis Pecinan dan Arab ini berada di timur Kalimas. Sedangkan Kampung Eropa ada di barat Kalimas.
"Meski Berlage tidak menggambar sketsa Kampung Eropa, ini tidak berarti bahwa Berlage tidak datang dan melihat Kampung Eropa. Karena jalur utama menuju Kampung Pecinan dan Arab adalah melewati jalan protokol di kampung Eropa. Yaitu Willemskade yang kini bernama Jalan Jembatan Merah," katanya.
"Tetapi, rupanya Kampung Eropa tidak lebih menarik daripada Kampung etnis lokal, Kampung Pecinan dan Kampung Arab. Perwajahan kota, yang belum pernah ia lihat inilah, yang menarik perhatian Berlage," imbuhnya.
Nanang mengatakan, nama kota Rotterdam dipakai sebagai penggambaran Kampung Belanda juga karena di barat alun alun kota, Willemsplein, dekat Jembatan Merah (Roode Brug) berdiri sebuah bangunan besar, megah dan modern yakni Internationale Credit en Handelsvereeniging Rotterdam.
Sementara di timur alun-alun berdiri stadhuis yang langsung menghadap Jembatan. Bangunan ini terlihat lebih kuno dibandingkan dengan deretan bangunan lain dari abad 19.
Yang pada bagian depannya dihiasi dengan pilar-pilar (indischestilj), dan apalagi jika dibandingkan dengan Gedung Singa yang didesain modern oleh Berlage (1901).
Di sepanjang Jalan Willemskade, yang membujur utara ke selatan inilah, adalah wajah Kota Surabaya yang berbentuk waterfront. Dari waterfront inilah yang juga memberi impresi kepada Berlage bahwa Kota Surabaya ini mirip dengan Rotterdam. Surabaya adalah miniatur Rotterdam.
"Dengan melintasi Kalimas melalui Jembatan Merah, di sanalah Kampung Pecinan, Kampung Melayu dan Kampung Arab yang lebih menarik perhatian Berlage daripada Kampung Eropa. Kampung Eropa dianggap biasa biasa,” paparnya.
“Dalam buku Berlage’s Indische Reis disebutkan kekaguman Berlage pada Kampung Arab, tepatnya Kampung Ampel Suci yang struktur gangnya lurus panjang dan di kejauhan terdapat menara Masjid Ampel," pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari