Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kawasan Pecinan Surabaya Dibatasi Empat Sungai, Mana Saja?

Mus Purmadani • Senin, 12 Mei 2025 | 00:59 WIB
EKSOTIK: Jalan Kembang Jepun merupakan salah satu kawasan yang memiliki jejak peradaban Pecinan di Kota Surabaya.
EKSOTIK: Jalan Kembang Jepun merupakan salah satu kawasan yang memiliki jejak peradaban Pecinan di Kota Surabaya.

RADAR SURABAYA - Kawasan Kampung Pecinan masih memiliki jejak peradaban Pecinan yang tidak hanya rumah dan bangunan berarsitektur Tiongkok, tetapi juga ada rumah ibadah dan kuburan kuno.

Kampung Pecinan Surabaya di kawasan Jalan Kembang Jepun, Jalan Karet, Jalan Slompretan, Jalan Bongkaran dan sekitarnya adalah wilayah konsentrasi pertama imigran China di Surabaya, yang letaknya di pinggir Pat-Shih-Kan atau Kalimas.

"Pat-Shih-Kan adalah nama lain sungai Kalimas (Groenneveld). Pat-Shih-Kan adalah sungai kecil karena merupakan anak sungai Brantas. Sebelum masuk ke pedalaman Jawa, para imigran China ini tibgg muara Pat-Shih-Kan," ujar pegiat sejarah Kota Surabaya, Nanang Purwomo, Minggu (11/5).

Nanang mengatakan gelombang kedatangan para imigran ini berlatar belakang yang berbeda-beda dan dari kurun waktu mulai abad 13 hingga abad 19.

"Ada yang datang karena tujuan politik, perdagangan, sosial dan demi mencari penghidupan yang lebih baik dari negeri asalnya. Selain itu juga dijelaskan rute kedatangan mereka yakni rute Guangzhou, Hainan, Champa, Karimata, Natuna, Gelam, Karimun Jawa, Tuban, Gresik dan Surabaya," jelasnya.

Letak Kampung Pecinan Surabaya berada di barat Kalimas di kawasan Kota tua Surabaya sekarang.

Kampung Pecinan ini di bagian timur dibatasi oleh Kali Pegirian.

"Di sana pernah ada sungai yang menghubungkan Kalimas dan Kali Pegirian. Kini, sungai itu sudah mati dan berubah menjadi jalan yang namanya Jalan Kalimati Wetan, Jalan Kalimati Kulon dan Kali Malang. Sementara di selatan juga pernah ada sungai yang menghubungkan Kalimas dan Kali Pegirian. Kini, sungai itu sudah mati dan berubah menjadi Jalan Stasiun," jelasnya.

Menurutnya Kampung Pecinan inilah yang dinamakan Su-Sui atau Si Shui.

Secara harafiah Su Sui atau Si Shui berarti Empat Air.

Jika dikaitkan dengan kawasan Pecinan, secara geografis alami, kawasan Peninan ini adalah tempat yang dibatasi oleh empat air atau empat sungai.

"Jadi empat air atau empat sungai yang menjadi pembatas Kampung Pecinan ini adalah air atau sungai yang memiliki kekuatan yang tidak sekedar menghidupi fisik manusia, tetapi menghidupkan ruh manusia," katanya.

"Tidak salah bahwa dua sungai besar di kawasan ini: sungai Kalimas di barat terdapat Klenteng Hok An Kiong (Suka Loka) di Jalan Slompretan dan sungai Pegirian di timur terdapat Klenteng Hong Tiek Hian di jalan Dukuh.

Tentu pembangunan kedua Klenteng di Kampung Pecinan ini memiliki makna spiritual yang menjaga kawasan itu," imbuhnya.

Nanang menambahkan Hong Tiek Hian bisa diasumsikan seekor naga yang menjaga gerbang Timur setelah melewati Kali Pegirian.

Sementara Hok An Kiong adalah naga yang menjaga gerbang Barat setelah melewati Kalimas.

"Karenanya pada zaman dulu, di Jalan Kembang Jepun yang membujur Timur – Barat dan mengkoneksikan Kali Pegirian dan Kalimas pernah terdapat gapura berhias naga," pungkasnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#China #surabaya #pecinan #bongkaran #slompretan #kawasan #kembang jepun #sungai