Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Latar Belakang Hari Jadi Kota Surabaya, Simbol Perlawanan Raden Wijaya terhadap Pasukan Mongol

Dimas Mahendra • Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:08 WIB

 

Penetapan tanggal 31 Mei sebagai hari jadi Surabaya dipilih sebagai simbol perlawanan dan keberanian lokal.
Penetapan tanggal 31 Mei sebagai hari jadi Surabaya dipilih sebagai simbol perlawanan dan keberanian lokal.

RADAR SURABAYA – Penetapan 31 Mei sebagai Hari Jadi Kota Surabaya merujuk pada peristiwa penting dalam sejarah Nusantara, yakni peperangan antara pasukan Raden Wijaya melawan tentara Mongol di tahun 1293.

Momen ini dikenal sebagai titik balik yang menandai lahirnya kekuatan lokal dalam menghadapi kekuatan asing.

Raden Wijaya, juga dikenal sebagai Dyah Sanggramawijaya, adalah tokoh utama di balik pertempuran itu.

Ia bukan hanya pendiri Kerajaan Majapahit, tapi juga panglima perang yang berhasil mengusir pasukan Mongol yang kala itu dipimpin oleh Kubilai Khan.

"Iya beliau (Raden Wijaya) adalah panglima perang sekaligus pendiri kerajaan Wilwatikta alias Majapahit," kata pegiat Sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan.

Penetapan tanggal 31 Mei sebagai hari jadi Surabaya dipilih sebagai simbol perlawanan dan keberanian lokal.

Namun, beberapa sejarawan menyebut bahwa pemilihan tanggal itu tidak sepenuhnya akurat secara historis dan sarat nuansa politis.

Meski begitu, cerita heroik Raden Wijaya tetap menjadi inspirasi bagi masyarakat Surabaya hingga hari ini. (dim/nur)

 

Editor : Nurista Purnamasari
#pasukan Mongol #surabaya #hari jadi kota surabaya #sejarah Surabaya #kerajaan majapahit #Raden Wijaya