Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Urbanisasi Besar-Besaran di Surabaya Tahun 1960-an

Rahmat Sudrajat • Jumat, 11 April 2025 | 15:47 WIB
PENDATANG: Surabaya sudah menjadi jujukan urbanisasi sejak dahulu hingga kini.
PENDATANG: Surabaya sudah menjadi jujukan urbanisasi sejak dahulu hingga kini.

RADAAR SURABAYA - Arus urbanisasi di Surabaya bukan fenomena baru. Setelah libur Lebaran Idul Fitri, kembali terlihat peningkatan jumlah pendatang yang mencari pekerjaan dan kehidupan layak di kota pahlawan ini.

Fenomena ini, menurut pegiat sejarah Surabaya, Nur Setiawan, telah berlangsung sejak tahun 1960-an.

"Tahun 1960-an, terjadi urbanisasi besar-besaran di Surabaya," ujar Nur Setiawan.

Kawasan Pasar Turi dan Kampung Gundih, Bubutan, menjadi tujuan utama para pendatang. Mereka bahkan mendirikan tempat tinggal di lahan kosong, termasuk di dekat perlintasan kereta api.

Kondisi ini memaksa pihak PJKA (kini PT KAI) untuk merelokasi mereka ke lahan bekas penyimpanan balok rel kereta api, yang kini dikenal sebagai Kampung Gundih Lapangan.

"Tahun 1980-an, warga yang tak memiliki tanah pindah ke Kampung Gundih Lapangan," jelas Nur.

Sebelum menjadi pemukiman, kawasan Kampung Gundih dikenal sebagai "Kandang Sapi".

Hal ini dikarenakan kawasan tersebut, khususnya Gundih Gang III, digunakan sebagai tempat penampungan hewan ternak dan peternakan sapi perah sebelum tahun 1959.

Nama Gundih sendiri, menurut Nur, berasal dari daerah Pantura Jawa yang terletak di sekitar jalur kereta api Surabaya-Jakarta.

Nama jalan di sekitar Pasar Turi seperti Jalan Cepu, Lamongan, Semarang, Babat, dan Gundih, menjadi bukti sejarah tersebut.

"Keberadaan nama-nama jalan tersebut mencerminkan jejak urbanisasi yang telah berlangsung lama di Surabaya," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #pendatang #surabaya #kampung gundih surabaya #urbanisasi #kota pahlawan