Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Serpihan Kapal Cheng Ho di Kelenteng Mbah Ratu Surabaya

Fajar Yuliyanto • Minggu, 23 Maret 2025 | 15:45 WIB
Serpihan kapal dan jangkar yang diduga berasal dari kapal yang dipakai Laksamana Cheng Ho tersimpan di Kelenteng Mbah Ratu Surabaya.
Serpihan kapal dan jangkar yang diduga berasal dari kapal yang dipakai Laksamana Cheng Ho tersimpan di Kelenteng Mbah Ratu Surabaya.

RADAR SURABAYA - Laksamana Cheng Ho merupakan perwira laut dari Tiongkok era Dinasti Ming.

Muhibah (kunjungan) Cheng Ho ke Nusantara diperkirakan sudah tujuh kali menggunakan ratusan kapal, salah satunya ke Surabaya untuk menuju ibukota Mojopahit di Trowulan, Mojokerto.

Dikisahkan, ketika Cheng Ho beserta rombongannya menuju ibukota, ia melewati kalimas menggunakan perahu-perahu kecil. Sedangkan untuk kapal-kapal besarnya disandarkan di Delta dekat Surabaya (kini jadi kawasan Pelabuhan Tanjung Perak).

Menurut Pemerhati Sejarah Surabaya Nur Setiawa, saat sandar inilah para awak kapal Cheng Ho ‘ngedok’ melakukan perbaikan.

Mulai buritan hingga geladak kapal yang rusak mereka ganti.

Buritan serta geladak yang rusak tidak terpakai dikurung (dikubur) di delta tempat kapal bersandar.

Tempat ini kemudian dijadikan pepunden bernama Punden Prapat kurung di daerah Perak, yang kini menjadi nama jalan.

“Oleh masyarakat, buritan, geladak serta jangkar bekas kapal milik laksamana Cheng Ho yang dikubur di Punden Prapat kurung dipindah ke Kelenteng Mbah Ratu di Jalan Demak demi mengenang serta menghormati kedatangan sang Laksamana di tanah Jawa,” kata Wawan, sapaan akrabnya Nur Setiawan.

Nah, untuk kedatangan kapal tersebut diperkirakan sebelum atau sesaat setelah Kelenteng Mbah Ratu berdiri pada tahun 1935-an.

Sementara itu, yang tersisa dari serpihan kapal Cheng Ho yakni sebut jangkar tua.

Untuk buritan maupun geladak kayu kapal Laksamana Cheng Ho diduga rusak dimakan usia.

“Hingga detik ini belum ada penelitian secara khusus yang menyatakan apakah jangkar atau kayu buritan kapal tersebut benar-benar artefak milik rombongan Laksamana Cheng Ho, semuanya masih misteri,” tuturnya. (jar/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#tanjung perak #Serpihan kapal #surabaya #kelenteng mbah ratu #laksamana cheng ho