RADAR SURABAYA - Makam Joko Jumput bisa ditemukan di Jalan Praban yang menjadi pusat bisnis kota Surabaya.
Keberadaan makam terhimpit pertokoan sehingga tidak terlihat mencolok.
Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan mengatakan latar belakang sosok Joko Jumput bisa dikatakan masih misteri atau abstrak.
Menurutnya tokoh ini dimunculkan pertama kali dalam cerita ludruk sekitar tahun 1960 hingga 1990-an.
"Namun jika melihat makamnya berarti sosok ini diduga pernah ada namun tidak ada catatan sejarah yang sezaman merinci tokoh tersebut," katanya kepada Radar Surabaya.
Wawan menambahkan, diduga Joko Jumput merupakan salah satu masyarakat keraton Surabaya.
Hal ini dikarenakan letak dari pusaranya berada di daerah Praban, dimana dahulu kawasan ini adalah bagian selatan keraton Surabaya.
Jika menilik dari cerita tutur dan ludruk, yang merupakan folklore, Joko Jumput adalah pemuda Surabaya yang mempunyai kesaktian melalui dua senjatanya.
Senjata tersebut antara lain cemeti Gembolo Geni dan sebuah keris. Dikisahkan bahwa dua senjata tadi adalah peninggalan dari ayahnya.
"Dengan dua senjata tadi, Joko Jumput mampu mengalahkan Joko Truno dan Pangeran Situbondo, kedua pangeran yang mempunyai ambisi ingin menjadi penguasa serta ingin meminang putri keraton Surabaya," jelasnya.
Wawan mengatakan, hingga saat ini susah melacak siapa keluarga Joko jumput, entah kerabat maupun keturunannya tidak pernah ditemukan.
"Berbeda dengan Pesarean Botoputih dan Bibis yang merupakan makam keluarga Adipati Surabaya, hingga kini keturunannya masih ada," pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari