Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Arena Pacuan Kuda di Surabaya Dahulu Jadi Ajang Perjudian

Rahmat Sudrajat • Selasa, 25 Februari 2025 | 18:18 WIB

 

MEWAH: Arena pacuan kuda di Sawahan dulu menjadi ajang olahraga, hiburan dan perjudian orang-orang Eropa dan ningrat bumiputera.
MEWAH: Arena pacuan kuda di Sawahan dulu menjadi ajang olahraga, hiburan dan perjudian orang-orang Eropa dan ningrat bumiputera.

RADAR SURABAYA - Arena pacuan kuda pernah menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap Surabaya di era 1930-an.

Dua lokasi utama yang dikenal kala itu adalah di kawasan Jalan Sawahan dan Jalan Bendul Merisi. 

Pegiat sejarah Nur Setiawan, pacuan kuda di Surabaya saat itu bukan sekadar olahraga, melainkan juga ajang hiburan dan bahkan perjudian.

"Pacuan kuda di Sawahan dan Bendul Merisi sangat populer kala itu di Surabaya tahun 1930-an," ujar Nur Setiawan.  

Orang-orang Eropa banyak yang memanfaatkannya sebagai sarana olahraga dan perlombaan.

Namun, tak hanya orang Eropa, kalangan ningrat bumiputera pun turut serta dalam balapan kuda ini, sekaligus juga berjudi.

"Selain sebagai ajang olahraga dan hiburan, pacuan kuda juga identik dengan kegiatan perjudian. Taruhan besar seringkali terjadi di arena-arena tersebut," terangnya.

Arena pacuan kuda di Sawahan, menurut Nur merupakan sirkuit pertandingan yang sesungguhnya. 

"Di Sawahan, terdapat sirkuit pacuan kuda yang lengkap dengan tribun penonton melingkar," jelasnya. 

Bangunan tribun ini menunjukkan bahwa arena tersebut dirancang untuk pertandingan resmi dan menyaksikan balapan secara terorganisir.

Berbeda dengan Sawahan, pacuan kuda di Bendul Merisi, menurut Nur, lebih berfungsi sebagai tempat latihan. 

"Di Bendul Merisi, hanya ada sirkuitnya saja. Tidak ada bangunan pendukung seperti tribun penonton. Hanya untuk tempat latihan saja," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #bumiputera #sawahan #arena pacuan kuda #eropa