Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond Jadi Cikal Bakal Persebaya Surabaya

Andy Satria • Senin, 27 Januari 2025 | 18:30 WIB

 

PERTANDINGAN: Para pemain Soerabaiasche Indische Voetbal Bond (SIVB) sekitar tahun 1936.
PERTANDINGAN: Para pemain Soerabaiasche Indische Voetbal Bond (SIVB) sekitar tahun 1936.

RADAR SURABAYA - Sejarah perkembangan sepak bola di Surabaya tak lepas dari peran orang-orang Belanda.

Menurut Pegiat Sejarah, Nur Setiawan, masuknya sepak bola ke Indonesia, khususnya Surabaya, terkait erat dengan perkembangan olahraga ini di kota-kota besar pada masa Hindia Belanda. 

"Pada masa itu, sepak bola telah berkembang di kalangan penduduk Belanda dan Eropa lainnya, kemudian menyebar ke dalam berbagai perkumpulan," jelasnya.

Bukti sejarah menunjukkan, berdirinya bond (perkumpulan) sepak bola di Surabaya dimulai oleh pemuda Belanda bernama John Edgar pada tahun 1890-an.

Beberapa bond yang muncul antara lain Victoria (1895), Sparta (1896), SIOD (Scoren is Ons Doel), Rapiditas, ECA, THOR (Tot Heil Onzer Ribben), HBS (Houd Braef Stand), dan Exelcior.

Keberadaan bond-bond ini memicu tumbuhnya minat sepak bola di kalangan bumiputera.

"Rangsangan dari bond yang didirikan orang Belanda ini membuat warga bumiputera, Tionghoa, dan Arab di Surabaya mendirikan perkumpulan sepak bola mereka sendiri," jelasnya.

Beberapa klub lokal yang lahir di Surabaya antara awal hingga pertengahan abad ke-20 antara lain Patjarkeling Bond tahun 1902-1922 yang didirikan oleh Haji Muhammad Zen, Selo, Maroeto, Olivio, Tjahaya Laoet, REGO, PS Radio, dan PS Hizboel Wathan. 

Komunitas Tionghoa juga turut berkontribusi dengan mendirikan Tionghoa Surabaya di bawah naungan Gymnastiek en Sportvereeniging Tionghoa Surabaya pada tahun 1908.

"Puncaknya, pada 18 Juni 1927, lahirlah klub legendaris Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB) yang didirikan oleh Paidjo dan M. Pamoedji. Kedua tokoh ini kemudian menjadi inisiator usulan federasi sepak bola nasional. Selain klub pria, juga terdapat klub sepak bola perempuan bernama Djago dan klub Assyabaab tahun 1948," tuturnya.

Meskipun klub lokal bermunculan, klub sepak bola milik orang Belanda seperti Soerabajasche Voetbal Bond (SVB) tetap eksis hingga kemerdekaan Indonesia, setelah itu SVB hengkang dari Surabaya. 

Bond atau klub sepak bola tempo dulu yang masih tersisa di Surabaya hingga kini ialah SIVB, yang kemudian pada tahun 1943 berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja) dan diketuai oleh Dr. Soewandi.

Lalu pada tahun 1960 Persibaja berganti nama menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya) dan akhir tahun 2010 berubah menjadi Persebaya 1927. (sam/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #surabaya #hindia belanda #sepak bola #Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond #persebaya