Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menyingkap Misteri Penjaga Tak Kasat Mata di Bekas Museum House Of Sampoerna Surabaya

Jay Wijayanto • Jumat, 17 Januari 2025 | 21:34 WIB
Photo
Photo

RADAR SURABAYA - Di jantung Kota Surabaya, berdiri megah sebuah bangunan bersejarah yang dulu dikenal sebagai Museum House of Sampoerna. Sayangnya, museum ini masih tutup pasca pandemi covid dan belum buka sampai sekarang.

Namun, gedung yang dibangun oleh pendiri pabrik rokok Sampoerna, Liem Seeng Tee, pada tahun 1862 ini tidak hanya menyimpan koleksi bersejarah tentang industri rokok terbesar asal Surabaya itu. Tetapi, juga menyimpan berbagai kisah mistis yang telah beredar dari mulut ke mulut selama beberapa generasi.

House of Sampoerna yang didirikan pada tahun 1964 di Jalan Taman Sampoerna No. 6 Surabaya ini, awalnya dikenal dengan nama Jonges Weezen Inrichting, sebuah panti asuhan yang dibangun pemerintah Hindia Belanda untuk anak-anak laki-laki yatim piatu di zaman itu.

Pada tahun 1912, panti asuhan ini dipindahkan ke Jalan Embong Malang Surabaya. Kemudian pada tahun 1932, Liem Seeng Tee membeli bangunan tersebut dan mengubahnya menjadi pabrik rokok yang memproduksi rokok Sampoerna. Sejak saat itu, tempat ini dikenal dengan nama Pabrik Sampoerna.

Pabrik ini terletak di atas lahan seluas 1,5 hektare dengan struktur bangunan besar di tengah yang diapit oleh dua bangunan kecil di sisi kiri dan kanan.

Pada 9 Oktober 2003, House of Sampoerna mulai difungsikan sebagai museum yang memperkenalkan sejarah dan perjalanan panjang industri rokok Sampoerna.

Bangunan museum ini memiliki desain yang unik dengan warna abu-abu yang menyerupai bentuk benteng, dengan 4 pilar besar berbentuk batang rokok raksasa yang menghiasi bagian teras depannya.

Di bagian atas depan bangunan, terdapat empat baris tulisan yang mencatatkan sejarah tempat ini. Yaitu, NV. Handel Mij-Sampoerna, Sigaretten Fabriek, Liem Seeng Tee, dan Anno 1932.

Museum ini memiliki luas total 6695 meter persegi dan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama memiliki luas 1357,90 meter persegi, dan lantai kedua mencakup area 220 meter persegi.

Keberadaan House of Sampoerna tak hanya menyimpan informasi tentang perkembangan ekonomi dan industri rokok saat itu. Bangunan bersejarah ini juga menyajikan koleksi yang melimpah mengenai sejarah tembakau di Indonesia.

Selain sejarahnya, para pengunjung juga kerap terpukau dengan berbagai kisah supernatural yang tersimpan di dalamnya.

Energi misterius yang tak terlihat konon mendiami House of Sampoerna dan  menjadikannya lebih dari sekadar tempat penyimpanan benda-benda bersejarah.

Didirikan di awal abad ke-20, bangunan yang sekarang menjadi museum ini dulunya merupakan tempat tinggal keluarga Sampoerna.

Meski terlihat sebagai bangunan kolonial yang sederhana dan konvensional, berbagai kisah aneh telah beredar di masyarakat. Pengalaman menegangkan dan tidak biasa sering dilaporkan oleh pengunjung saat berada di dalam museum mulai dari bisikan-bisikan gaib, sosok bayangan yang melintas, hingga sensasi diperhatikan oleh sesuatu yang gaib.

Museum yang menjadi saksi pertumbuhan industri tembakau terbesar di Indonesia ini seakan memendam kisah-kisah enigmatik yang berakar dari masa silam yang kelam dan penuh rintangan.

Di antara para penjaga museum, cerita yang paling populer adalah tentang derap langkah misterius yang bergema di koridor-koridor museum, padahal tak ada seorang pun yang terlihat. Tak jarang pengunjung melaporkan sempat menangkap bayangan yang bergerak cepat di peripheral vision mereka, namun ketika diperiksa, area tersebut selalu kosong.

Museum House of Sampoerna tetap menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya yang menarik di Surabaya. Kisah-kisah mistis yang beredar justru menambah lapisan keunikan tersendiri pada bangunan bersejarah ini, mengingatkan kita bahwa sejarah tidak selalu tentang apa yang terlihat oleh mata, tetapi juga tentang misteri yang tersimpan dalam setiap sudutnya.

Bagi para pengunjung yang menyukai karya seni, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi galeri seni yang terletak di bagian belakang bangunan utama. House of Sampoerna buka setiap hari kerja mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB, dan tidak dikenakan biaya masuk. (ask/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#museum house of sampoerna #penjaga #museum surabaya #tak kasat mata #misteri surabaya