RADAR SURABAYA - Bangunan tua di Jalan Tentara Genie Pelajar atau sekarang Jalan Patuha, Surabaya, menyimpan kisah panjang sejarah.
Dahulu, bangunan itu dikenal sebagai Koningen Emma School, sebuah sekolah elite yang didirikan pada masa pemerintahan colonial Belanda.
"Koningen Emma School didirikan pada tahun 1930 dan diperuntukkan bagi putra-putri Eropa," ujar, pegiat sejarah Surabaya, Nur Setiawan.
Sekolah ini menjadi simbol pendidikan kelas atas di masa kolonial. Namun, pada tahun 1942, seiring dengan pendudukan Jepang, Koningen Emma School diambil alih dan mengalami perubahan signifikan.
"Jepang membuka jurusan teknik bagi bumiputera di sekolah ini," terang Nur.
Namun hal ini menunjukkan upaya Jepang untuk memanfaatkan sumber daya manusia Indonesia untuk kepentingan mereka.
Setelah kemerdekaan Indonesia, Koningen Emma School bertransformasi menjadi sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri.
"Sekolah ini terus berkembang dan menjadi salah satu SMK terkemuka di Surabaya," imbuhnya.
Tak hanya itu, Koningen Emma School juga memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
"Medio 1945, seluruh siswa Koningen Emma School tergabung dalam BKR Pelajar kota Surabaya," ungkap Nur.
Mereka berjuang melawan sekutu yang ingin kembali menjajah Indonesia. Kini, bekas Koningen Emma School berdiri kokoh sebagai SMK Negeri 2 di Surabaya.
Bangunan tua itu menjadi saksi bisu perjalanan sejarah panjang, dari sekolah elite Hindia Belanda hingga menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan generasi penerus bangsa. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari