RADAR SURABAYA - Di Jalan Darmo, Surabaya dahulu terdapat halte trem listrik. Halte trem tersebut di era kolonial bernama Stopplaats Darmo Plein.
Pemerhati sejarah kereta api Navy Eka Pattiruhu mengatakan, tempat pemberhentian trem berada di Jalan Raya Darmo. Persisnya di lampu merah dekat masjid Al-Falah.
"Hanya ada bangunan sederhana di sisi barat yang mirip sebuah pondok untuk para calon penumpang bernaung menunggu datangnya trem listrik," ujarnya kepada Radar Surabaya.
Ia menambahkan, dalam foto lama dari kejauhan, samar-samar tertutup pepohonan nampak sebuah bangunan rumah gedongan yang sekarang menjadi perpustakaan Bank Indonesia.
Sementara di muka bangunan tersebut terdapat sebuah taman terbuka bernama Darmo Plein.
"Taman itulah yang menjadi cikal-bakal penamaan nama awal halte ini. Kini memang sudah diganti nama ala Indonesia yang dikenal sebagai Taman Mayangkara," ungkapnya.
Ia melanjutkan, untuk unit-unit trem listrik sendiri, pasca kemerdekaan Indonesia tidak lagi terlihat adanya nomor registrasi sarana di masing-masing ujung kanan dan kiri muka trem.
Namun nomor rute jurusan masih dipertahankan. Dia menyatakan trem listrik sejak dahulu memang tidak dilengkapi kaca jendela, tetapi tersedia penutup jendela berkisi yang tersembunyi pada celah dinding samping yang bisa ditarik ke atas oleh penumpang apabila membutuhkannya untuk menghadang sinar matahari atau terpaan air saat hujan.
"Kini bekas lokasi halte trem itu pas jadi tengah jalan. Dulu Jalan Raya Darmo nggak sebesar sekarang," tutupnya. (rus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari