RADAR SURABAYA - Surabaya sebagai kota perdagangan sehingga tidak lepas dari media massa atau surat kabar.
Oleh karena itu perdagangan tak bisa dipisahkan dengan dunia publikasi, salah satunya media cetak.
Di Surabaya tercatat ada salah satu surat kabar tertua yaitu Soerabaiasche Courant terbitan Hindia Belanda di wilayah Surabaya.
“Soerabaiasche Courant tercatat sudah terbit sejak tahun 1836,” kata pemerhati sejarah Surabaya Nur Setiawan kepada Radar Surabaya.
Menurut Wawan, sapaan akrabnya Nur Setiawan, awalnya media cetak atau koran ini memberitakan keadaan lokal Surabaya, termasuk mempublikasikan dunia perdagangan yang berada di sisi timur Pulau Jawa yang berpusat di Kota Surabaya.
Berbeda dengan zaman sekarang, surat kabar Soerabaiasche Courant terbit pada sore hari dan isinya hanya beberapa lembar saja.
Sedangkan semua berita lokal dan nasional tentang Hindia Belanda, termasuk memberitakan keadaan negeri kincir angin kepada khalayak Eropa yang bermumim di Surabaya. Tujuannya agar mereka tidak ketinggalan informasi.
Namun, di awal abad 20 sekitar tahun 1900-an surat kabar Soerabaiasche Courant mengalami kembang kempis dan hampir mengalami kebangkrutan.
“Karena sepinya pelanggan, persaingan antar surat, serta krisis tahun 1925. Namun Soerabaiasche Courant dapat bangkit kembali karena dimodali oleh perusahaan-perusahaan lokal seperti pabrik gula dan lain sebagainya. Karena yang notabene masih membutuhkan publikasi dari koran tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut Wawan menuturkan, Soerabaiasche Courant harus tutup pada tahun 1942 saat Jepang menduduki Indonesia.
Surat kabar ini disegel dan diberhentikan produksinya karena dianggap pro barat (Eropa) oleh pemerintahan Jepang.
“Pabrik percetakan Soerabaiasche Courant sendiri sempat berpindah-pindah. Yang awalnya ada di sekitar kota lama lalu pindah di Jalan Pahlawan (Alun-alun Straat),” tuturnya. (jar/nur)
Editor : Nurista Purnamasari