RADAR SURABAYA - Sejarah sepak bola Surabaya memiliki cerita menarik. Lambang Kota Surabaya yang bergambar ikan sura dan buaya, hingga saat ini melekat erat pada Persebaya.
Ternyata lambing tersebut pernah digunakan oleh klub sepak bola Soerabajasche Voetbal Bond (S.V.B) pada tahun 1910 silam.
Penemuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi identitas tim sepak bola di Surabaya.
Pegiat sejarah, Nur Setiawan mengatakan, S.V.B yang beranggotakan warga Belanda, menggunakan lambang ikan sura dan buaya telungkup di atas bola pada kostum mereka.
Lambang yang sama juga muncul pada prasasti St. Caecilia dan surat kabar Soerabaiasche Courant.
Sementara Persebaya, yang didirikan oleh M. Pamoedji dan kawan-kawan pada 18 Juni 1927, memiliki sejarah dan anggota yang berbeda, namun lambang kota ini tetap menjadi bagian penting dari identitas kedua klub tersebut.
Penemuan ini menunjukkan bagaimana lambang Kota Surabaya telah menjadi simbol kebanggaan dan identitas bagi klub-klub sepak bola di Surabaya, menghubungkan masa lalu dan masa kini.
"Meskipun terdapat sedikit perbedaan detail, kesamaan motif logo tersebut sangat mencolok," jelas Nur.
Ia menduga bahwa lambang tersebut telah menjadi simbol yang umum digunakan di Surabaya jauh sebelum S.V.B berdiri, kemudian diadopsi oleh klub sepak bola tersebut.
Perbedaan antara S.V.B dan Persebaya tidak hanya terletak pada latar belakang anggotanya, tetapi juga pada konteks sejarahnya.
SVB, sebagai klub sepak bola yang didirikan di masa kolonial, merefleksikan dominasi budaya Eropa di Surabaya pada saat itu.
Sementara Persebaya, yang lahir di era perjuangan kemerdekaan, melambangkan semangat nasionalisme dan kebanggaan rakyat Indonesia.
Namun, kesamaan penggunaan lambang ikan sura dan buaya tersebut menunjukkan adanya kontinuitas identitas Surabaya di kancah sepak bola.
Lambang tersebut telah melampaui perbedaan latar belakang dan konteks Sejarah.
Menjadi simbol yang menyatukan berbagai generasi warga Surabaya yang mencintai sepak bola.
Dari S.V.B yang mewakili masa kolonial hingga Persebaya yang mewakili semangat kemerdekaan, lambang sura dan buaya tersebut tetap berdiri teguh sebagai simbol kebanggaan dan identitas Kota Surabaya.
Hal ini memberikan wawasan baru bagi para pecinta sejarah dan sepak bola di Indonesia.
Ini juga menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan warisan budaya dan sejarah, karena di balik setiap simbol tersimpan cerita dan makna yang kaya.
Lambang ikan sura dan buaya di atas bola bukan hanya sekadar lambang, tetapi juga sebuah cerminan perjalanan panjang sejarah Surabaya dan sepak bolanya.
Selain itu juga menjadi penghubung masa lalu dengan masa kini, mengingatkan kita akan akar-akar sejarah yang membentuk identitas Kota Surabaya yang kita cintai. (sam/nur)
Editor : Nurista Purnamasari