Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menelusuri Cikal Bakal Kampung Lumpia Surabaya, Produksi Kuliner Gang Kecil yang Menembus Pasar Hotel

Mus Purmadani • Jumat, 27 Desember 2024 | 22:06 WIB

 

LUMPIA BONEK: Salah seorang pekerja menggoreng lumpia di rumah produksi milik Sukarsipah dan Kasno di Kampung Lumpia Jalan Ngaglik Gang Kuburan, Kapasari, Genteng, Surabaya.
LUMPIA BONEK: Salah seorang pekerja menggoreng lumpia di rumah produksi milik Sukarsipah dan Kasno di Kampung Lumpia Jalan Ngaglik Gang Kuburan, Kapasari, Genteng, Surabaya.
RADAR SURABAYA - Sukarsipah tak pernah menyangka jika lumpianya bisa laris manis seperti saat ini. Padahal awal memulai berjualan lumpia, wanita 58 tahun ini mengaku sering sisa lantaran tak laku.

Kampung Lumpia Surabaya, terletak di Jalan Ngaglik Gang Kuburan, Kapasari, Kecamatan Genteng. Disebut demikian karena hampir seluruh masyarakat di gang ini berpenghasilan dari produksi lumpia Sukarsipah bersama suaminya Kasno.

“Sekarang ini total warga sini sama yang jualan di pinggir-pinggir jalan ada 30 orang yang ikut kerja sama saya. Alhamdulillah, saya nggak pernah menyangka kalau bisa seperti sekarang,” ujar wanita yang akrab disapa Ipah kepada Radar Surabaya, Jumat (27/12).

Ipah mengaku usaha pembuatan lumpia ini dirintis oleh suaminya sejak tahun 2000. Warga asli Magetan ini menambahkan kalau dulunya suaminya sempat menjadi penjual lumpia di Stadion Gelora 10 Nopember.

“Suami saya sempat melihat proses produksinya. Waktu dia belajar membuat kulit, lah kok bisa, kemudian belajar nggulung juga, ternyata bisa juga. Akhirnya saya yang waktu itu cuma buruh cuci disuruh oleh suami jualan lumpia. Kita bikin bareng-bareng. Suami bawa 50 biji saya bawa 50 biji. Saya keliling kampung ke kampung dengan menyunggi dagangan,” katanya.

“Karena sebelumnya tidak pernah jualan, ada rasa malu juga. Bahkan sempat hampir patah arang karena sering sisa banyak, tidak laku. Namun suami saya sering memberikan semangat untuk tetap berjualan, Alhamdulillah bertahap jualan kita selalu laku dan permintaan pun bertambah. Apalagi kalau pas Persebaya main pasti bikinnya lebih banyak,” imbuhnya.

Dulunya, dalam memproduksi lumpia, Ipah bersama suami hanya dibantu delapan anaknya. Kini warga kampung sekitar pun juga ikut membantu produksi.

“Total ada 30 orang termasuk penjual di pinggir jalan. Untuk yang membuat kulit ini honornya per sak isi 25 kilogram mendapat Rp 100.000. Sedangkan yang menggulung dan menggoreng seharinya Rp 75.000. Kerja mereka mulai jam 05.00 hingga 13.00,” katanya.

Untuk yang jualan di pinggir jalan, lanjut Ipah, mereka membeli sendiri. Rata-rata mereka membeli 700 biji hingga 1.000 biji dalam sehari.

“Mereka tidak berani ambil banyak karena sering ada sidak dari Satpol PP. Kecuali yang di jalan Pecindilan, dalam sehari berani ambil 3.000 biji karena sudah semacam sewa stan,” jelasnya.

Ipah mengaku, dalam satu hari ia mampu memproduksi 10 ribu hingga 15 ribu biji. Jumlah tersebut bisa meningkat saat week end dan ketika Persebaya bertanding.

“Bahkan ada yang mengambil lumpianya dari Gresik, Lamongan hingga Solo. Selain itu beberapa hotel di Surabaya juga ambilnya dari sini. Kalau ambil mentah Rp 1.500 per biji, kalau sudah gorengan Rp 1.800 per biji,” ujarnya.

Lumpia produksi Kasno ini banyak yang mengenal dengan Lumpia Surabaya atau Lumpia Bonek.

Karena selain asli produksi Surabaya, lumpia ini pasti ada saat Persebaya bertanding.

Seperti Ridwan yang mengaku sejak 2004 berdagang lumpia di Jalan Kusuma Bangsa ini.

“Tidak hanya jualan di Surabaya, pas Persebaya main ke daerah mana saja saya pasti berangkat bawa 200 biji untuk dijual. Makanya ada yang bilang lumpia bonek,” katanya.

Ridwan yang akrab disapa Cak Gondrong ini mengaku kalau hari biasa dirinya mampu menjual 700 biji. Namun jika week end bisa mencapai 1.000 lebih. Harga satu biji lumpia dia jual Rp 3.000. “Saya ambil lumpianya ya di pak Kasno,” pungkasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #surabaya #lumpia bonek #ngaglik #Kampung Lumpia