Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lapangan PJKA Pacar Keling Surabaya, Dulu Jadi Kuburan Orang Eropa 

Fajar Yuliyanto • Minggu, 22 Desember 2024 | 17:24 WIB

 

MENYIMPAN MISTERI: Lapangan PJKA yang ada di Jalan Mendut Pacar Keling, Surabaya.
MENYIMPAN MISTERI: Lapangan PJKA yang ada di Jalan Mendut Pacar Keling, Surabaya.

RADAR SURABAYA - Lapangan sepakbola di Pacar Keling Surabaya yang dikenal dengan sebutan lapangan Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) sampai sekarang masih ada.

Tak banyak berubah kondisinya dan tetap dimanfaatkan untuk aktivitas warga sekitar.

Namun dulu lapangan ini merupakan area kuburan orang Eropa atau Belanda.

Menurut Yance Ignasius, salah satu warga sekitar, ia diceritakan oleh kakaknya kalau lapangan ini luas dan tempat kuburan orang Belanda.

“Nah waktu itu saya masih kelas satu SMP sekitar tahun 1995 dan ingin membuat got atau gorong-gorong di pinggir lapangan. Saat di belakang gawang dan diduduk (digali, Red) tanahnya langsung menemukan peti orang Belanda. Kalau lapangan ini digali semua pasti banyak peti orang Belanda,” kata Yance yang juga penjaga dan perawat lapangan ini.

Laki-laki 45 tahun itu menjelaskan, lapangan ini pernah dijadikan tempat Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama kali digelar.

Karena kebetulan di stadion Gelora 10 November dan waktu itu masih di renovasi atau di bangun.

“Jadi PON pertama kali digelar di lapangan ini dan untuk tahunnya lupa,” jelas Yance kepada Radar Surabaya.

Ia juga menyebutkan lapangan ini sudah “melahirkan” pemain-pemain sepakbola Nasional diantaranya Bejo Sugiantoro, Marseliano Ferdinan dan banyak lagi lainnya.

“Mereka dulu dari klub Indonesia Muda (IM) yang bermain di lapangan ini. Untuk sekarang yang latihan di lapangan ini sudah ada tiga klub, yakni Club Araya, Club Trijaya FC dan Satria Muda,” terangnya.

Sementara itu, pemerhati sejarah Surabaya, Nur Setiawan menjelaskan, lapangan ini terletak di sisi timur kantor Kecamatan Tambaksari dan berdiri diatas lahan PT KAI.

Dahulu lapangan Pacar Keling merupakan tempat berlatihnya klub sepak bola bumiputera bernama Patjar Keling Voetbal Bond, dimana seluruh pemainnya adalah arek-arek atau pemuda Surabaya yang tinggal di sekitar lapangan tersebut.

Awal abad 20 sekitar tahun 1900 – 1930-an geliat sepak bola di Surabaya sangat marak.

Meski olahraga itu dibawa oleh orang-orang Eropa ke sini, namun tak bisa membendung para pemuda lokal untuk turut serta dalam olahraga tersebut.

Bahkan beberapa kecamatan di Surabaya juga mempunyai lapangan sendiri yang dikelola oleh kaum bumiputera, salah satunya lapangan Pacar Keling.

“Lapangan pacar Keling sendiri saat itu dikelola oleh Haji Mochamad Zein, beliau sekaligus pendiri dari klub sepakbola bola Patjar Keling Voetbal Bond,” ucap Wawan, sapaan akrab dari Nur Setiawan.

Nah, meskipun klub sepakbola Patjar Keling Voetbal Bond tereduksi oleh zaman, namun lapangan pacar Keling sempat menelurkan bibit-bibit pemain si kulit bundar di Kota Pahlawan.

Beberapa sekolah sepak bola seperti IM (Indonesia Muda) hingga SSB Kedawung dan pernah mencetak pemainnya dari lapangan Pacar Keling.

“Sebidang lapangan yang dahulu dirintis oleh kaum Bumiputera, bukan hanya untuk ajang olahraga saja namun juga sebagai simbol semangat kebangsaan,” tutupnya. (jar/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #bumiputera #pacar keling #kuburan orang Eropa #lapangan PJKA Pacar Keling