RADAR SURABAYA - Tak banyak orang mengetahui asal usul Jalan Kunti, Surabaya.
Jalan dengan nama tersebut saat ini lebih dikenal dengan kampung narkoba.
Namun, apakah ada yang mengetahui jika jalan ini bukan lah perkampungan padat penduduk seperti sekarang ini.
Bahkan, dulunya wilayah tersebut masih jadi satu dengan Jalan Sidodadi.
Pemerhati Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan, Jalan Kunti, Surabaya dulunya merupakan sebuah jalan. Ia masih termasuk bagian Jalan Sidodadi dan Boto Putih.
Hingga akhirnya pada 1960-an berganti nama dan semakin padat menjadi pemukiman warga pada 1980.
"Mulai saat itu mulai jadi kawasan padat penduduk setelah banyak pendatang dari Madura datang ke Surabaya," ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebelum menjadi sebuah kawasan hunian, wilayah ini merupakan jalan akses. Ada beberapa rumah loji yang berdiri di lokasi tersebut.
"Kalau sekarang seperti Jalan Karet, ada beberapa bangunan dan merupakan jalan akses. Tapi keberadaan rumah loji sudah hilang sejak lama," terangnya.
Mengenai kawasan ini menjadi kampung narkoba, baru terdengar sekitar 2000-an.
Saat itu, kampung narkoba di Surabaya bukan di lokasi tersebut namun di sekitar Jalan Kedung Klinter dan Peneleh.
Semakin berkembangnya kawasan, dan semakin rame lokasi ini membuat bandar memilih kawasan yang lebih sepi.
Wawan menduga, ini yang membuat bandar kemudian bergeser ke kawasan Jalan Kunti, Surabaya, yang saat itu belum sepadat sekarang ini.
"Dulu tidak banyak kendaraan, sekarang semakin banyak dan semakin diketahui masyarakat," ujarnya. (gun/nur)
Editor : Nurista Purnamasari