Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jejak Freemason di Surabaya, Sempat Dilarang Presiden Soekarno

Guntur Irianto • Jumat, 22 November 2024 | 19:09 WIB
SAKSI BISU: Di bagian atas depan bangunan gedung BPN 2 Surabaya terdapat logo yang sama seperti logo Freemason.
SAKSI BISU: Di bagian atas depan bangunan gedung BPN 2 Surabaya terdapat logo yang sama seperti logo Freemason.

RADAR SURABAYA - Surabaya merupakan kota besar sejak zaman kolonial Belanda.

Banyak warga Eropa yang datang untuk usaha hingga bekerja, ini juga berpengaruh pada munculnya budaya hingga ajaran baru. Salah satunya perkumpulan Freemason.

Perkumpulan dengan lambang segitiga dan buku terbuka serta jangka ditengahnya ini pernah ada di Surabaya.

Pemerhati Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan, keberadaan perkumpulan Freemason di Surabaya ini ada sejak abad ke-18. Jejaknya bisa dilihat di bangunan seberang Hotel Majapahit.

Bangunan tersebut sekarang difungsikan sebagai kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya 2.

"Itu salah satunya. Ada pula di sekitar Taman Bungkul," katanya kepada Radar Surabaya.

Ia mengungkapkan, jejak Freemason di Surabaya diduga sudah ada ketika tahun 1.700-an. Perkumpulan ini berbeda dengan Iluminati.

Ia mengaku pernah mengetahui keberadaan freemason di Surabaya dan pernah masuk di dalamnya dan acaranya jauh berbeda dengan Iluminati.

"Freemason di negara lain ada seperti di Kanada, Amerika, bahkan Eropa. Perkumpulan ini memandang kehidupan dari sisi logika," katanya.

Dulu Freemason di Surabaya memiliki anggota yang banyak. Perkumpulan ini diduga tempat para kaum intelektual bertukar pikiran.

Terlihat dari lambangnya, ia menduga jangka lebih pada perhitungan dan simbol buku terbuka ini tentang wawasan.

"Perkumpulan ini tidak merusak dunia. Mereka menciptakan dialog intelektual dan anggotanya kamu intelektual bahkan pejabat pada masa itu," tuturnya.

Ia mengungkapkan, keberadaan Freemason ini tetap ada hingga saat ini. Hanya saja mereka berkumpul secara sembunyi-sembunyi.

Ini setelah Presiden Soekarno melarang Freemason dan mengubahnya menjadi Teosofi.

"Bahkan tempat perkumpulannya juga diganti nama saja," ungkapnya. (gun/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#perkumpulan rahasia #surabaya #BPN Surabaya #Iluminati #soekarno #freemason #Taman Bungkul