Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pasar Peneleh, Eksis Lebih dari 80 Tahun, Tutup Sejak 2007

M. Mahrus • Kamis, 7 November 2024 | 16:10 WIB
SUDAH TUTUP: Suasana Pasar Peneleh tempo dulu, pedagang di sana didominasi orang asal Bali yang menjual buah-buahan.
SUDAH TUTUP: Suasana Pasar Peneleh tempo dulu, pedagang di sana didominasi orang asal Bali yang menjual buah-buahan.

RADAR SURABAYA – Peneleh, salah satu kampung lawas di Surabaya. Kawasan ini memang menyimpan banyak cerita dan saksi bisu perkembangan kota Surabaya tempo dulu.

Masih banyak bangunan lawas di Kawasan ini, termasuk kekayaan cerita sejarahnya.

Salah satunya yakni pasar yang cukup terseohor kala itu, Pasar Peneleh.

Pada era kolonial, di Jalan Peneleh terdapat sebuah pasar tradisional yang ada di pinggir sungai Kalimas.

Lokasi bekas pasar tersebut berada di pertigaan Jalan Peneleh-Jalan Makam Peneleh.

Pegiat Sejarah Surabaya Kuncarsono Prasetyo mengatakan, di Jalan Peneleh dahulu terdapat dermaga sebelum ada jembatan Peneleh.

Dermaga digunakan transit perahu membawa jenazah orang Eropa yang hendak dimakamkan di makam Peneleh.

Setelah dermaga transit jenazah tidak difungsikan kemudian lokasi diubah menjadi pasar.

"Pasar berada di tepi Kalimas. Banyak pedagang yang membuka lapak di pasar tersebut," ujar laki-laki yang akrab disapa Kuncar ini.

Dijelaskan Kuncar, pasar Peneleh saat itu sangat ramai. Pedagangnya berasal dari warga Peneleh dan luar Peneleh. Transaksi antar pedagang dan pembeli terjadi tiap harinya. "Pasar umum dahulu," ungkapnya.

Pendiri Begandring Soerabaia ini menuturkan, seiring berjalannya waktu pasar Peneleh semakin berkembang.

Sekitar tahun 1935, pasar terbilang semakin ramai dengan aktivitas transaksi jual beli pedagang dan pembeli.

Di sekitar lokasi juga banyak orang Bali. "Terutama dari Singaraja," ucapnya.

Orang-orang asal Bali yang menetap juga ada yang menjadi pedagang.

Terutama pedagang buah-buahan. Keberadaan pasar sudah berubah peruntukannya.

Pasar semakin ramai, padat dan membuat macet. Selain itu juga terjadi pendangkalan di sungai karena menjadi pembuangan lokasi bekas peti kemasan buah.

Pasar berubah menjadi pasar buah sekitar tahun 1960. "Terutama buah jeruk yang dijual. Kemudian pasar ditutup sekitar tahun 2007," tandasnya. (rus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#makam peneleh #Surabayapedia #tempo dulu #peneleh #pasar tradisional #bali #buah