RADAR SURABAYA - Mungkin sebagian orang masih asing dengan nama KH Mas Alwi bin Abdul Aziz.
KH Mas Alwi merupakan tokoh pendiri dan penggagas nama Nahdlatul Ulama (NU).
KH Mas Alwi juga keturunan dari Nabi Muhammad. Setelah wafat KH Mas Alwi dimakamkan di kawasan Rangkah, Surabaya.
Makam KH Mas Alwi bin Abdul Aziz berada di perkampungan dan dikelilingi rumah warga, tepatnya di sebelah tempat pemakaman umum (TPU) Rangkah di Jalan Kenjeran Belakang, Rangkah Tambakrejo, Surabaya.
Untuk masuk ke makam KH Mas Alwi bin Abdul Aziz dari jalan raya sekitar 120 meter yang melewati rumah warga.
Makam KH Mas Alwi bin Abdul Aziz di pagar hijau dengan luas kurang lebih 3,5 meter.
Ketua Ranting NU Tambakrejo Simokerto Surabaya, Ach Bakin Sholeh mengatakan, bahwa beliau adalah tokoh pendiri dan penggagas nama Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, dulu waktu pendirian NU dimusyawarahkan dan untuk penggagas itu banyak namun yang dipilih NU yang digagas oleh Mas Alwi.
“Jadi yang dipilih itu NU, gagasannya KH Mas Alwi,” kata Bakin kepada Radar Surabaya.
Bakin menuturkan, setelah berdirinya NU, KH Mas Alwi wafat di tahun 1931.
Namun sebelumnya, ia pernah melanglang buana dan mencari jejak-jejak sejarah Belanda dan sampai menikah di Belanda.
Namun KH Mas Alwi tidak bisa masuk ke istana Belanda dan akhirnya pulang ke Surabaya.
Karena ia sebagai orang penting sehingga menyamar dengan menjual kopi di kawasan Ampel.
“Akhirnya ia dimakamkan di kompleks perkampungan atau rumah warga dan di sebelah TPU Rangkah. Beliau wafat tahun 1931,” jelasnya.
Selanjutnya, Bakin menjelaskan, kalau di sini dulu makam yayasan dan tidak ada rumah.
“Jadi dulu di sini makam yayasan dan diwakafkan dari mbah KH Hasan Gipo adalah Presiden Pertama NU atau Ketua Tanfidziyah NU,” tambahnya.
Namun kalau ditanya, apakah KH Mas Alwi bin Abdul Aziz itu masih ada keturunan dari Nabi Muhammad, tentu ada.
“Karena dari para sesepuhnya beliau langsung dari Rasulullah dan untuk silsilahnya ada di pondok pesantren Ndresmo Surabaya,” tutup Bakin. (jar/nur)
Editor : Nurista Purnamasari