RADAR SURABAYA - Dr Mohamad Soewandhie merupakan salah satu tokoh pejuang yang berjasa besar dalam mempertahankan kemerdekaan di Surabaya.
Soewandhie memiliki peran penting saat pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan, dr Soewandhie merupakan arek Suroboyo yang memiliki peran penting di Kota Pahlawan, khususnya pada tahun 1945.
"Pada tahun 1945 pasca republik ini merdeka dan menjelang pertempuran 10 November 1945 dr Soewandhie adalah orang yg menyumbangkan tenaga serta pikirannya untuk bangsa ini,” ujarnya kepada Radar Surabaya.
“Pada masa revolusi fisik tersebut dr Soewandi juga turut dalam kancah pertempuran itu sebagai tim medis atau palang merah," imbuhnya.
Dia menjelaskan, sosok dr Soewandhie merupakan salah satu dokter yang merawat para pejuang yang terluka akibat melawan invasi tentara sekutu di kota Surabaya.
"dr Soewandi sempat menjadi koordinator medik di CBZ Simpangsche atau Rumah Sakit Simpang. Beliau merawat ratusan pejuang dari berbagai daerah yg mengalami luka ringan hingga luka parah siang hingga malam," terangnya.
Tak hanya itu, lanjut Wawan, pada saat pertempuran bergeser keluar kota Surabaya atau lebih tepatnya era agresi militer pada masa gerilya, dr Soewandi juga turut mendedikasikan segenap tenaganya untuk bangsa.
"Ratusan pejuang telah dia rawat. Mengingat jasa serta pengabdiannya yang begitu besar bagi kota dan bangsa ini maka nama dr Soewandi dijadikan nama sebuah rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yakni RSUD dr Mohamad Soewandhie, agar segenap masyarakat dapat meneladani perbuatannya," tegasnya. (rus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari