RADAR SURABAYA-Di cuaca yang panas gerah seperti saat ini, memang es batu dicampur dengan segala minuman akan menjadi hal yang nikmat untuk dikonsumsi guna mendinginkan tenggorokan yang kering.
Namun tahukah Anda bagaimana awal mula keberadaan es batu di Surabaya?
Keberadaan es batu di Surabaya pertama kali dihasilkan oleh sebuah pabrik yang berada di kawasan Petojo, Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari.
Dari situlah, orang-orang Belanda di Surabaya bisa menikmati es. Bahkan restoran, pabrik dan hotel di Surabaya pertama kali disuplai oleh pabrik es batu tersebut.
Pegiat sejarah dari Surabaya Historical Community, Nur Setiawan mengatakan, awal mula pabrik es batu di Surabaya berada di Jalan Petojo, di belakang RS Husada Utama saat ini.
Pabrik es batu itu bernama Ijsfabriek Petodjo yang merupakan pengembangan dari berdirinya pabrik es batu di Batavia (Jakarta) yang dipelopori oleh warga Tionghoa bernama Kwa Wan Hong.
Kwa Wan Hong berhasil mendirikan pabrik es balok pertama di Indonesia di Batavia.
"Keberadaan pabrik es di Batavia dengan di Surabaya ini merupakan pengembangan. Tahun 1885 awal di Batavia, kemudian sekitar 1886, pabrik es sudah mulai masuk ke Surabaya," terang Nur Setiawan.
Keberadaan pabrik es batu ini juga sejalan dengan kehadiran mesin pendingin di Surabaya.
Seiring dengan perkembangan zaman, keberadaan pabrik es di Surabaya ini juga menyuplai kedai es krim Zangrandi milik orang Italia, yang termasyhur di kawasan Jalan Yos Sudarso sampai sekarang.
Tak hanya itu, sejumlah pabrik yang berjualan dan memproduksi minuman seperti Siropen Telasih di Jalan Mliwis juga menggunakan es balok dari Ijsfabriek Petodjo.
"Hotel-hotel macam Simpang Societeit dan Concordia, juga membuka restoran dan berjualan minuman sirup beraroma dan rasa, minuman tersebut membutuhkan es batu. Termasuk hotel-hotel lawas sejenis Majapahit (Oranje Hotel) di zaman Belanda, sudah berjualan es sirup dan minuman bir yang biasa dikonsumsi bersama dengan es batu," terangnya.
Nur menyebut es batu zaman dulu dianggap barang mewah. Harganya mencapai 10 sen. Bahkan ketika ada acara pesta, harganya lebih mahal. "Harganya lebih mahal kalau ada pesta. Karena es batu sendiri barang yang langka waktu itu," pungkasnya. (rmt/jay)
Editor : Jay Wijayanto