Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tradisi Topeng Maulud, Populer di Surabaya Tahun 1970 hingga 1990-an

Rahmat Sudrajat • Kamis, 19 September 2024 | 01:58 WIB
SUDAH JARANG: Tradisi topeng maulud populer di Surabaya tahun 1970-1990-an.
SUDAH JARANG: Tradisi topeng maulud populer di Surabaya tahun 1970-1990-an.

RADAR SURABAYA - Tahun 1970-1990-an di Surabaya memiliki tradisi unik setiap memperingati Maulid Nabi, Agustusan hingga tahun baru.

Yakni munculnya topeng maulud yang disukai oleh anak-anak kecil untuk bermain dan memeriahkan perayaan tersebut.

Pegiat sejarah, Nur Setiawan mengatakan, dulu topeng maulud mudah dijumpai karena dijual di pasar tradisional seperti di Pasar Genteng, Pandegiling, Blauran hingga Pegirian.

"Anak-anak dulu saat menjelang momen Agustus, Maulid Nabi, dan tahun baru biasanya sibuk mencari permainan topeng itu. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Bahkan perajinnya sudah beralih ke usaha lain," kata Nur.

Nur menyebut topeng maulud merupakan topeng khas Surabaya yang dibuat dari hasil kerajinan tangan.

Meski demikian, entah siapa yang menciptakan awal topeng maulud masih menjadi misteri.

"Mungkin kebiasaan nenek moyang dulu sebagai hiburan saat perayaan atau momen tertentu dan akhirnya menjadi kebiasaan permainan anak-anak kecil di perkampungan Surabaya," ujarnya.

Topeng maulud menurutnya hampir sama dengan topeng plastik modern berkarakter kartun atau tokoh animasi. Namun topeng plastik modern saat ini masih eksis. 

Nur menjelaskan, bahan untuk membuat topeng maulud berasal dari daur ulang kertas lalu dihancurkan dan dicampur dengan adonan tepung kanji yang dicairkan, kemudian dicetak.

"Tahap terakhir dengan mengeringkan dan mengecat sesuai warna dana bentuk seperti hewan, robot hingga tokoh kartun," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #pasar tradisional #nenek moyang #kerajinan tangan #topeng maulud #maulid nabi