Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mbah Pengging, Tokoh Pasukan Mataram Islam yang Bendung Sungai Kalimas untuk Kalahkan Keraton Surabaya

Dimas Mahendra • Minggu, 15 September 2024 | 18:00 WIB
SESEPUH: Pesarean Ki Ageng Pengging yang ada di Kawasan Ngagel, Surabaya.
SESEPUH: Pesarean Ki Ageng Pengging yang ada di Kawasan Ngagel, Surabaya.

RADAR SURABAYA - Pesarean Mbah Pengging menjadi salah satu ikon yang dimiliki Kota Surabaya.

Mbah Pengging merupakan sosok sesepuh yang pesareannya ada di sekitar wilayah Ngagel Surabaya.

Konon, dia merupakan sesepuh yang babat alas di kawasan tersebut.

Pengamat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan, jika dirunut dari sejarahnya, sosok Mbah Pengging yang dimakamkan di Ngagel ini berbeda dengan Mbah Pengging yang ada di Boyolali.

Menurut dia, Mbah Pengging yang pesareannya ada di Ngagel itu merupakan pasukan Mataram Islam.

"Dugaan saya, berbeda memang antara Mbah Pengging yang di Surabaya dengan yang ada di Boyolali. Saya lacak di babat tanah jawi itu sebenarnya gak ketemu," kata pria yang akrab disapa Wawan itu.

Wawan menjelaskan, Mbah Pengging itu datang sekira tahun 1600-an untuk menaklukkan Keraton Surabaya.

Pada saat itu, Mbah Pengging tinggal di sekitar area tersebut dan menyusun strategi untuk mengalahkan Keraton Surabaya.

Caranya adalah dengan menyumbat atau membendung aliran sungai Kalimas.

"Perang ini berlangsung sangat lama. Mereka ditugaskan untuk menyerang di sisi selatan kota. Kan ada perang fisik, ada perang embargo. Kalimas yang di sisi selatan ini dibendung, terus airnya sedikit mengalir itu lalu diberi bangkai hewan dan getah aren," ucapnya.

Dari situ, aliran air tersebut menurut Wawan jadi tercemar. Padahal, sungai ini merupakan sumber baku mata air warga kala itu.

Otomatis, Pangeran Pekik yang merupakan pemimpin Keraton Surabaya mengakui kekalahannya.

"Akhirnya dia (Mbah Pengging dan pasukan Mataram Islam, Red) dimakamkan di kompleks pemakaman itu. Kenapa nama-namanya disamarkan, dugaanku ya mereka ini telik sandi," ujarnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #Pesarean #Ngagel #Babat Alas #sejarah Surabaya #Mbah Pengging