Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Sudah Dua Kali Jadi Tuan Rumah PON, di Sini Lokasi Venuenya

Rahmat Sudrajat • Minggu, 8 September 2024 | 02:13 WIB
Upacara pembukaan PON VII Dimana Surabaya menjadi tuan rumah.
Upacara pembukaan PON VII Dimana Surabaya menjadi tuan rumah.

RADAR SURABAYA - Surabaya pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) dari kontingen Jawa Timur.

Gelaran olahraga akbar kali pertama djgelar di Surabaya tahun 1969. Ketika itu PON sudah menginjak ke VII.

Tepatnya 26 Agustus acara PON VII di Surabaya dibuka. Selama 12 hari berbagai cabang olahraga (cabor) digelar di Stadion Gelora 10 November, Surabaya.

Menurut pegiat sejarah, Nur Setiawan, venue PON VII di Stadion Gelora 10 November, sebelumnya sempat mengalami renovasi dan sekaligus merubah nama dari Stadion Tambaksari menjadi Stadion 10 November.

"Ketika itu venue PON VII di Surabaya digelar pertama di Stadion Gelora 10 November," kata Nur kepada Radar Surabaya.

Ketika itu, PON pertama di Surabaya diprakarsai oleh Mayjen TNI Acub Zainal sekaligus sebagai ketua eksekutif 1.

Acub pun begitu semangat untuk menggelar PON di Surabaya. Acub ketika itu sempat mengandeng beberapa pihak salah satunya rekan sesama TNI, Letnan Moch Achijat.

Ketika itu Achijat mempunyai hotel yang digunakan sebagai official partner sekaligus menyumbang materi untuk kesuksesan PON VII. 

PON tersebut dibuka langsung oleh Presiden RI Soeharto. Api PON VII diambil dari Desa Larangan, Tokol, Pamekasan, Madura. Atlet yang membawa obor dalam pembukaan yakni Seharlawan. 

"Ya, karena PON pertama digelar pertama kali tahun 1948 ketika itu masih bernama Pekan Olahraga Perserikatan dan digelar di Surakarta, kemudian di Jakarta, Sumatera Utara, Makassar, Bandung dan Jakarta kembali rencana tahun 1965 tapi dibatalkan karena situasi politik tidak kondusif. Baru kemudian kesampaian digelar lagi 1969 di Surabaya," tuturnya.

Euforia PON di Surabaya sangat luar biasa, penonton dari luar Surabaya berdatangan.

Nur menyebut, untuk penonton tuan rumah ketika itu sampai diberi tiket gratis agar bisa mendukung tuan rumah Jawa Timur yang berlaga di PON VII.

"Saking ramainya karena baru pertama digelar ketika penonton terutama tuan rumah diberi tiket untuk menyaksikan setiap cabor," ujarnya.

Nur menambahkan, acara tersebut sukses digelar dengan mengusung motto Semangat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia.

"Acara ini (PON VII) juga menjadi tolok ukur gelaran olahraga pertama saat orde baru (orba)," jelasnya.

Bahkan, konon seluruh panitia PON berasal dari kalangan militer. Atlet PON banyak mendapatkan suntikan motivasi dari seluruh pejabat dan militer.

Namun, ketika itu atlet Jawa Timur tidak menjadi juara umum, DKI Jakarta menjadi juara umum pada PON VII di Surabaya. Sedangkan tuan rumah Jawa Timur mendapatkan juara kedua.

Setelah sukses menggelar PON VII, akhirnya Kota Pahlawan kembali menjadi tuan rumah PON XV, tepatnya tahun 2000.

Nur mengatakan, setelah PON VII digelar di Surabaya, agenda PON banyak digelar di Jakarta, terhitung mulai PON VIII tahun 1973 sampai PON XVI tahun 1996.

"Surabaya baru merasakan menjadi tuan rumah PON tahun 2000 ketika itu PON ke-XV. Dan Jawa Timur menjadi juara umum PON XV," terangnya.

Ketika itu ada dua venue yang digunakan yakni Stadion Gelora 10 November Surabaya dan Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

Sedangkan untuk api PON XV diambil dari Bojonegoro. Acara yang digelar 19-30 Juni dengan jumlah atlet 5.720 orang. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #surabaya #pon #orba #stadion 10 november #atlet #1969