RADAR SURABAYA - Hotel Tanjung Surabaya sudah ada sejak tahun 1970-an. Hotel ini milik salah satu pejuang kemerdekaan yang dulu turut dalam perang 10 November 1945.
Pemerhati Sejarah Surabaya, Nur Setiawan menjelaskan, Hotel Tanjung Surabaya sendiri bisa dikatakan legend.
Karena hotel ini berdiri pasca Indonesia merdeka dan dimiliki oleh warga bumiputera.
“Jadi hotel Tanjung Surabaya sudah ada sejak tahun 70-an atau pasca Indonesia merdeka,” kata Wawan, sapaan akrabnya.
Menurut Wawan, secara letak Hotel Tanjung sangat strategis, dikarenakan posisinya berada di jantung kota Surabaya, yaitu di Jalan Panglima Sudirman.
Tidak jauh dari monumen Bambu Runcing. Nah, tahun 1970 – 1980-an hotel ini merupakan hotel yang sering dijadikan langganan menginap artis ibu kota saat ada pertunjukan di Kota Pahlawan.
Oleh karenanya dulu Hotel Tanjung yang merupakan hotel bintang dua ini cukup tersohor.
Namun kini, Hotel Tanjung menjadi satu diantara beberapa hotel yang harus menyerah dengan zaman.
Seiring perkembangan kota Surabaya yang kian pesat dan masifnya Pembangunan hotel baru, Hotel Tanjung tak mampu bertahan.
Apalagi pascapandemi dimana berbagai sektor kala itu sangat terguncang, Hotel Tanjung harus tutup dan dijual oleh pemiliknya.
“Dulu Hotel Tanjung sering dibuat langganan menginap artis dari ibukota. Namun sayang, kini hotel Tanjung sudah tidak beroperasi lagi, mungkin persaingan antar hotel begitu ketat sehingga tidak mampu bertahan,” ungkapnya. (jar/nur)
Editor : Nurista Purnamasari