RADAR SURABAYA - Surabaya tempo dulu sudah dipimpin oleh seorang wali kota. Pada masa pendudukan Belanda, Wali Kota Surabaya disebut Burgemeester Soerabaia.
Pejabat pertama bernama Meneer A Meyroos yang menjabat mulai 1916-1920.
Saat masa peralihan pendudukan Jepang, wali kota sempat dijabat warga bumiputera Radjiman Nasution.
Hingga saat Jepang masuk digantikan Takashi Ichiro. Pemilihan wali kota saat itu tidak seperti sekarang ini.
Belanda memilih langsung siapa yang dianggap bisa memimpin Surabaya pada masa itu.
"Pemilihan langsung ditunjuk oleh pemerintah Belanda," kata Pemerhati Sejarah Surabaya, Nur Setiawan.
Ia mengungkapkan, pemilihan Wali Kota tersebut seluruhnya dilakukan oleh Pemerintah Belanda.
Mereka menyeleksi beberapa nama dan dipilih yang dianggap mampu mengendalikan wilayah tersebut.
"Pemilihan dilakukan langsung. Namun, tetap mereka melakukan seleksi awal," terangnya.
Pemilihan Wali Kota Surabaya saat ini berbeda dengan dulu. Saat ini, masyarakat bisa memilih pemimpinnya sendiri.
"Saat ini demokrasi membuat masyarakat bisa memilih siapa yang memimpin.mereka nanti," tuturnya. (gun/nur)
Editor : Nurista Purnamasari