RADAR SURABAYA - Bagi sebagian masyarakat Surabaya mungkin masih mengingat peralatan makan dan masak yang terbuat dari kuningan.
Seperti piring, sendok dan garpu, gelas, wajan, panci, hingga dandang kuningan.
Akan tetapi saat ini barang-barang tersebut sudah jarang ditemui. Semua telah berganti dengan peralatan modern.
Peralatan masak dan makan yang terbuat dari kuningan sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit.
Bahkan ketika zaman kolonial Belanda, peralatan masak maupun makan ini terbilang barang mewah.
Menurut pegiat sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan, ketika zaman kerajaan Majapahit peralatan masak dan makan ini hanya digunakan para raja.
"Kalau di Jawa Timur yang masih bisa dijumpai saat ini ya di Bejijong Mojokerto," kata pria yang akrab disapa Wawan ini.
Wawan menuturkan, ketika zaman Kolonial Belanda, peralatan ini disukai oleh para Bangsawan. Karena bentuknya yang unik dan terkesan mewah.
"Kalau dulu bahannya bukan cuma dari kuningan tapi ada campuran perak. Sehingga sekilas memang mirip emas. Jadi dulu masyarakat bumiputera awalnya sempat mengira barang mewah yang terbuat dari emas," katanya.
Lebih lanjut Wawan mengatakan, dulu industri peralatan masak dan makan ini sempat ada di Surabaya. Tepatnya di tepian sungai Kalimas.
"Industri rumahan, bukan pabrik. Banyak ditemukan di kawasan Pabean tepi sungai Kalimas," jelasnya.
Menurutnya, Kalimas dijadikan kawasan industri, karena memang dulunya kawasan tersebut merupakan pusat perdagangan.
"Dulu itu kan transportasinya jalur air. Dan tepian Kalimas itu menjadi pusat perdagangan yang banyak warga dari berbagai negara," pungkasnya.
Kini, peralatan masak dan makan dari kuningan tersebut semakin sulit dijumpai dan menjadi barang antik.
Kalaupun ada tak lagi digunakan sesuai fungsinya, melainkan menjadi barang koleksi dan pajangan. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari