RADAR SURABAYA-De Javasche Bank yang kini menjadi Museum Bank Indonesia, bukanlah sekadar bangunan tua peninggalan kolonial. Gedung megah ini ternyata menyimpan segudang cerita dan keunikan yang memukau.
Mari kita telusuri lebih dalam tentang apa saja yang membuat bangunan ini begitu istimewa. Dibangun pada tahun 1829, De Javasche Bank menjadi saksi bisu perkembangan sistem perbankan di Indonesia.
Gedung ini pernah menjadi pusat kegiatan finansial yang sangat penting. Koleksi uang kuno, peralatan perbankan tempo dulu, hingga emas batangan yang dipamerkan di museum ini adalah bukti nyata dari sejarah panjang perbankan di negeri ini.
Desain arsitektur De Javasche Bank merupakan perpaduan gaya Eropa dan lokal. Ornamen-ornamen khas Jawa menghiasi setiap sudut bangunan, sementara tata ruangnya mengadopsi gaya bangunan perkantoran Belanda.
Kombinasi inilah yang membuat bangunan ini begitu unik dan menarik. Salah satu keunikan utama De Javasche Bank adalah perpaduan harmonis antara arsitektur kolonial Belanda dan sentuhan khas Jawa.
Ornamen-ornamen halus pada pilar dan langit-langit, serta penggunaan bahan-bahan lokal seperti kayu jati, menciptakan suasana yang unik dan berkesan.
● Ukiran khas Jepara:
Setiap sudut bangunan dihiasi dengan ukiran kayu yang rumit, hasil karya para pengrajin Jepara yang terkenal.
Ukiran-ukiran ini bukan hanya sekedar hiasan, tetapi juga mengandung makna filosofis.
● Lantai teraso:
Lantai teraso yang kuat dan tahan lama menjadi ciri khas bangunan-bangunan kolonial.
Di De Javasche Bank, lantai teraso ini masih terawat dengan baik dan memberikan kesan klasik.
● Skylight kaca berwarna:
Cahaya alami yang masuk melalui skylight kaca berwarna menciptakan suasana yang teduh dan dramatis.
Siapa sangka, di balik tampilan klasiknya, De Javasche Bank ternyata dilengkapi dengan teknologi yang cukup canggih untuk masanya?
Beberapa di antaranya adalah:
● Cermin raksasa:
Cermin-cermin besar yang terpasang di beberapa sudut berfungsi layaknya kamera pengawas untuk mengamankan brankas.
● Sistem pendingin alami:
Bangunan ini dilengkapi dengan sistem pendingin alami yang memanfaatkan aliran udara dan material bangunan.
● Pintu baja berbobot 13 ton:
Pintu baja yang kokoh ini dirancang untuk melindungi brankas dari pencurian.
Sebagai museum, De Javasche Bank menyimpan berbagai koleksi yang menarik, mulai dari uang kuno, peralatan perbankan tempo dulu, hingga arsip-arsip penting. Namun, yang membuat museum ini istimewa adalah cara penyajian koleksi yang interaktif dan menarik.
Pengunjung tidak hanya bisa melihat, tetapi juga belajar tentang sejarah perbankan di Indonesia.
De Javasche Bank bukan hanya sebuah bangunan tua, tetapi juga merupakan warisan budaya yang sangat berharga. Melalui restorasi dan perawatan yang baik, bangunan ini berhasil dipertahankan keasliannya dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang populer. (naf/mag/nug/jay)
Editor : Jay Wijayanto