RADAR SURABAYA - Rek! Tahukah kalian kalau Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, pernah membangun Sekolah Taman Siswa di Surabaya.
Nah, kini sekolah itu telah dimanfaatkan untuk menyimpan kisah sejarah perjalanan pendidikan Indonesia di Surabaya.
Museum Pendidikan Surabaya yang terletak di Jl. Genteng Kali No. 10, Kec. Genteng, Kota Surabaya ini diresmikan oleh Mantan Walikota Surabaya Tri Rismaharini pada tahun 2019 lalu.
Museum ini merupakan bekas sekolah Taman Siswa Surabaya yang kini dipakai untuk menyimpan benda-benda yang berhubungan dengan sejarah pendidikan Indonesia sejak masa pra-aksara hingga kini.
Museum ini buka setiap hari loh! Mulai pukul 08.00 dan tutup pada pukul 21.00. Sebelum datang mengunjungi Museum Pendidikan Surabaya ini, kalian perlu membeli tiketnya terlebih dahulu di tiketwisata.surabaya.go.id/destination/museum-pendidikan.
Untuk bisa masuk ke museum ini, kalian hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 5.000 saja loh Rek. Sedangkan untuk pelajar dan mahasiswa, kalian gratis masuk ke museum ini hanya dengan menunjukkan kartu pelajar kalian.
Museum ini dibagi menjadi 5 area, yaitu zona pra-aksara, zona kerajaan, zona kolonial, zona surabaya, dan zona kemerdekaan.
Di zona pertama setelah area resepsionis, terdapat diorama manusia purba sebagai awal sejarah pendidikan masa prasejarah serta terdapat beberapa manuskrip kuno yang disimpan dalam kotak kaca panjang.
Beberapa manuskrip ditulis dengan bahasa Arab, sedangkan yang lainnya ditulis dengan aksara jawa.
Di zona selanjutnya terdapat diorama guru dan murid yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar. Patung-patung diorama tersebut menunjukkan pendidikan pada masa Indonesia klasik.
Pada zona ketiga dipamerkan benda-benda kuno yang berhubungan dengan pendidikan, antara lain mesin ketik, manekin dengan pakaian ala guru zaman dulu, bangku-bangku sekolah zaman dulu, cetakan huruf dari mesin handpress, mesin handpress milik KH Ahmad Dahlan, sepeda motor serta sepeda kayuh yang digunakan zaman dulu, dan masih banyak lagi.
Zona keempat banyak menampilkan sarana penunjang pendidikan, seperti alat-alat tulis, buku-buku pelajaran lama, ijazah-ijazah lama, peralatan sains, aksesoris atau perlengkapan yang dikenakan guru zaman dulu, dan sebagainya.
Selanjutnya di ruangan terakhir dipamerkan beberapa piala siswa dan peralatan penunjang pembelajaran yang ada di sekolah kejuruan.
Kalau kalian penasaran dengan sejarah pendidikan Indonesia, ayo kunjungi Museum Pendidikan Surabaya! (jou/mag/Jay)
Editor : Jay Wijayanto