Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jangan Asal JANCOK! Ini Pandangan Generasi Z pada Kata Khas Surabaya Ini

Jay Wijayanto • Jumat, 5 Juli 2024 | 17:14 WIB
Ilustrasi Jancuk
Ilustrasi Jancuk

"JANCOK" atau "dancok," merupakan ucapan khas di warga Jawa Timur, khususnya di Surabaya dan sekitarnya.

Kata ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari baik sebagai ungkapan kemarahan, kekesalan, kekecewaan, namun juga sebagai sapaan khas atau sekadar bentuk lelucon.

Meskipun dianggap memiliki arti yang kasar, kata "jancok" sudah menjadi bagian dari budaya dan identitas asli warga Surabaya yang sudah populer hingga ke luar negeri.

Asal Usul Kata "Jancok"

Asal usul "jancok" masih jadi perdebatan. Ada beberapa wacana yang mencoba menjelaskan asal usul kata tersebut, antara lain:

Teori Tank Belanda: Teori ini berpendapat bahwa kata "jancok" berasal dari nama tank kolonial Belanda saat beraksi di Surabaya pada masa perang kemerdekaan 1945. Di tubuh tank itu dicat grafiti hitam bertuliskan "Jan Cox." 

Warga Surabaya saat itu meneriakkan "Jan Cox" sebagai tanda bahaya akan kedatangan tank Belanda sehingga mereka bisa waspada. Seiring berjalannya waktu, kata tersebut menjadi "jancok" dan digunakan sebagai kata makian.

Teori Bahasa Belanda: Teori ini menjelaskan bahwa kata "jancok" berasal dari bahasa Belanda "jantje ook" yang berarti "kamu juga." Kata ini kemungkinan besar diucapkan oleh tentara Belanda kepada masyarakat Surabaya, yang kemudian dimodifikasi dan dijadikan sebagai kata makian.

Teori Bahasa Jawa: Teori ini menjelaskan bahwa kata "jancok" berasal dari bahasa Jawa "ancuk" yang berarti "berhubungan suami istri." Kata tersebut kemudian diubah menjadi "jancok" dan dijadikan sebagai kata makian yang kasar.

Meski asal usulnya masih belum jelas, kata "jancok" sudah menjadi bagian dari budaya asli masyarakat Surabaya.

Kata ini sering digunakan dalam berbagai konteks mulai dari ungkapan kekesalan, kekecewaan, hingga bentuk candaan. 

 

Tank jenis Stuart M5A1 andalan Belanda dengan tulisan Jan Cox di tubuhnya.
Tank jenis Stuart M5A1 andalan Belanda dengan tulisan Jan Cox di tubuhnya.

Pandangan Generasi Z Terhadap Kata "Jancok"

Generasi Z yang dikenal sebagai generasi yang lahir antara pertengahan akhir 1990-an hingga awal 2010-an, memiliki pandangan yang beragam terhadap kata "jancok".

Meski kata ini memiliki makna kasar dan seringkali dianggap tidak sopan, ada beberapa perspektif unik dari generasi ini mengenai penggunaannya.

Seiring perkembangan digital di mana media sosial dan komunikasi daring mendominasi pergaulan generasi Z, kata "jancok" kemudian sering muncul dalam meme, komentar dan konten media sosial.

Dalam konteks ini, "jancok" seringkali kehilangan konotasi negatifnya dan lebih digunakan sebagai ekspresi guyonan atau keakraban. Karena mereka melihat "jancok" sebagai bagian dari budaya pop lokal yang dapat mencerminkan karakter, keunikan dan identitas daerah asal mereka, yakni Surabaya dan sekitarnya.

Mereka merasa bangga menggunakan kata "jancok" dalam pergaulan sehari-hari baik di di komunitas sosial (offline) maupun di media sosial (online), karena mencerminkan keberanian dan keterusterangan yang menjadi karakter khas arek Suroboyo.

Generasi Z yang dikenal kreatif dalam menciptakan konten digital, sering menggunakan kata "jancok" dalam parodi, video lucu dan meme sebagai alat humor. Dalam banyak kasus, penggunaan kata ini dalam konteks humor justru membantu melunakkan kesan kasar yang melekat padanya.

Namun demikian, memang tidak semua Generasi Z memandang kata "jancok" bermakna positif.

Beberapa dari mereka menganggap penggunaan kata ini tetap tidak sopan dan harus dihindari, terutama dalam situasi formal atau pergaulan dengan orang yang lebih tua. Jadi tetap penting memahami konteks dan etika saat menggunakan kata "jancok" dalam pergaulan sehari-hari. (naf/mag/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#jancuk #Perspektif #pergaulan #generasi z