Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

SEJARAH SURABAYA: Asal Usul Tambak Osowilangun, Jadi Kawasan Ramai setelah Gubernur Daendels Bangun Jalan Pos

Guntur Irianto • Jumat, 21 Juni 2024 | 01:10 WIB

KELAS A: Terminal Tambak Osowilangun merupakan terminal yang ada di Surabaya Barat.
KELAS A: Terminal Tambak Osowilangun merupakan terminal yang ada di Surabaya Barat.

SURABAYA merupakan wilayah pesisir di Jawa Timur. Zaman dulu dari segi geografisnya, Surabaya tidak seperti sekarang yang padat penduduk dan banyak pemukiman.

Sebagian besar wilayah di Surabaya masih merupakan rawa-rawa dan tambak.

Daratan juga masih terpisah satu sama lain dan tidak seperti kondisi sekarang ini.

Ini dibuktikan dengan nama kawasan atau jalan di Surabaya yang berawalan tambak. Salah satunya adalah Tambak Osowilangun di kawasan Benowo, Surabaya utara.

Baca Juga: Lokasi Tidak Merata, Warga Surabaya Berharap Ada Pemerataan SMA/SMK Negeri

Pemerhati Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan, Tambak Osowilangun seperti namanya dulu merupakan kawasan tambak.

Kawasan ini dulunya masih bagian dari Karesidenan Surabaya, namun masih berupa kawasan tambak yang masih sepi.

"Kalau dari namanya ada oso, berarti di kawasan itu juga ada rawa-rawa. Artinya tambak yang dikelilingi rawa seperti mangrove," tuturnya.

Ia mengungkapkan, meski berupa tambak, namun kawasan ini mulai hidup dalam artian ditinggali penduduk kala Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels mulai membangun jalan pos dari Anyer di Banten hingga ke Panarukan di Situbondo, Jatim.

Kawasan ini dilalui jalur pantura yang menghubungkan Surabaya dengan Gresik dan daerah lain di utara Jawa Timur. 

Hingga akhirnya, pasca kemerdekaan Republik Indonesia 1945, kawasan ini mulai berkembang.

Baca Juga: Launching Wisata Kota Lama Surabaya Mundur ke Tanggal 27 Juni, Begini Penjelasan Disbudporapar Kota Surabaya

TERJEBAK MACET: Puluhan kendaraan terjebak kemacetan akibat genangan air di Jalan Tambak Osowilangun, Rabu (7/2).
TERJEBAK MACET: Puluhan kendaraan terjebak kemacetan akibat genangan air di Jalan Tambak Osowilangun, Rabu (7/2).

Penduduk yang semakin padat akhirnya terjadi persebaran kawasan hunian. Tambak dan rawa di wilayah ini satu persatu diuruk menjadi daratan dan akhirnya jadi kawasna permukiman dan pergudangan seperti saat ini.

"Awalnya rumah masih berupa gedhek bambu di tengah atau pinggir tambak, sekarang sudah berkembang jadi kawasan permukiman dan pergudangan," katanya. 

Keberadaan aneka pergudangan di sekitar Tambak Osowilangun ini juga yang menyebabkan lalu lalang kendaraan besar seperti truk dan trailer di kawasan ini.

Hal ini selain menyebabkan kerusakan jalan hingga menimbulkan genangan saat musim hujan, juga kerap menyebabkan kecelakaan maut yang merenggut nyawa.

Karena itu sepanjang jalan di Tambak Osowilangun ini dikenal sebagai jalur tengkorak karena banyaknya kejadian laka lantas yang merenggut nyawa di sini. (gun/nur/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#rawa #tambak #sejarah Surabaya #tambak osowilangun