RADAR SURABAYA – Bagi penikmat foto-foto lawas kota Surabaya ataupun beberapa objek di Jawa Timur mungkin pernah mendengar nama Ohannes Kurkdjian sebagai fotografer dari karya-karya tersebut.
Beberapa foto yang sudah disimpan menjadi arsip nasional maupun lembaga arsip dan dokumen di Eropa pun memiliki beberapa karyanya.
Ohannes Kurkdjian merupakan fotografer yang telah mengabadikan setiap sudut kota Surabaya saat zaman Hindia Belanda yang hingga kini karya fotonya masih abadi dan bisa dinikmati.
Dahulu Kurkdjian bahkan memiliki studio foto di kawasan Gemblongan, Surabaya.
Menurut pegiat sejarah, Nur Setiawan, sebelum menetap di Surabaya dia sempat berkeliling di Jawa Timur untuk mengabadikan objek foto di setiap daerah.
Bahkan erupsi Gunung Semeru tak luput dari bidikan kamera dari Ohannes Kurkdjian.
Selain itu, ada foto-foto pedagang, transportasi, perempuan Jawa, hingga kesenian dan budaya.
"Sekitar tahun 1885 dia masuk Surabaya dan mendirikan studio foto bernama Atelier Kurkdjian di Gemblongan, Surabaya," tutur Nur.
Ohannes kelahiran Erzerum, Turki dan merupakan keturunan Armenia. Dia juga suka foto pemandangan alam, bahkan Candi Borobudur juga pernah difoto.
Lebih lanjut Nur menjelaskan studio foto milik Ohannes lebih banyak mengerjakan foto komersial.
Ohannes meninggal dunia di usia 52 tahun dia dimakamkan di Kerkhof Peneleh atau makam Belanda Peneleh, Surabaya tahun 1903.
Sayangnya studio foto Atelier Kurkdjian diambil alih oleh G.P Lewis, orang Inggris yang dulu ikut dalam studio tersebut. Lewis mengambil alih studio Ohannes setelah meninggal dunia.
"Setelah meninggal dunia, studio milik Ohannes diakusisi oleh Lewis sehingga beralih nama menjadi O.Kurkdjian & Co. tahun 1900 dan pindah ke kawasan Tunjungan," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari