Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sering Dijuluki Blok M, Ini Dia Kampung-Kampung Madura yang Ada di Surabaya. Kampungmu Salah Satunya?

Jay Wijayanto • Selasa, 28 Mei 2024 | 23:11 WIB
Jembatan Suramadu yang menjadi ikon dan penghubung Surabaya dan Madura.
Jembatan Suramadu yang menjadi ikon dan penghubung Surabaya dan Madura.

RADAR SURABAYA – Di Surabaya, suku Madura biasa dijuluki dengan warga blok M. Hal ini karena ‘M’ menjadi huruf awal dari kata Madura dan juga kode plat nomor di pulau garam tersebut.

Wilayah Blok M sendiri terkenal di area Surabaya Utara yang berbatasan langsung dengan Pulau Madura.

Tidak heran, banyak warga Madura yang merantau ke Surabaya dan menempati wilayah Surabaya Utara.

Berikut beberapa kampung di Surabaya yang dijuluki sebagai Blok M:

1. Bulak Banteng

Daerah Bulak Banteng dan sekitarnya memiliki mayoritas penduduk yang berasal dari suku Madura.

Hal ini karena lokasinya yang sangat dekat dengan Jembatan Suramadu, memudahkan warga Bulak Banteng dan sekitarnya untuk pulang-pergi dari Surabaya ke Madura.

Meski sekarang menjadi kawasan yang padat penduduk, wilayah Bulak Banteng dulunya merupakan lahan kosong dan rawa-rawa yang banyak ditumbuhi tanaman Bulu. Sehingga, dari sinilah asal nama Bulak Banteng tercipta.

2. Krembangan dan Pesapen

Beberapa warga Surabaya mungkin sedikit asing dengan nama daerah Krembangan dan Pesapen.

Namun, sebenarnya daerah ini sangat dekat dengan sebuah pasar ikan yang sangat terkenal, yaitu Pasar Pabean.

Di wilayah Pesapen, khususnya, banyak ditemui bangunan berarsitektur Belanda.
Selain itu, akulturasi budaya antara Jawa, Madura dan Tionghoa juga sangat kental di Pesapen.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan GBT dan Gelora 10 Nopember sebagai Venue Piala AFF U-19, Begini Persiapannya

“Pada masa kolonial memang pusat pemerintahan, bisnis dan perdagangan berada di kawasan utara sini (sekitar sungai Kalimas). Oleh karenanya wilayahnya memang cukup berkembang pada kala itu, termasuk Jalan Pesapen ini,” ucap Chrisyandi Tri Kartika, pustakawan dari Universitas Ciputra Surabaya.

3. Pegirian

Berada di sekitaran wilayah Sunan Ampel, Pegirian memiliki mayoritas penduduk etnis Arab dan Madura.

Pasar Pegirian menjadi ikon keramaian di daerah ini. Bahkan, Pasar Pegirian sudah ada sejak tahun 1920 bersamaan dengan Pasar Pabean.

Tidak heran, lokasinya yang berada dekat dengan Sungai Kali Mas menjadikan wilayah Pegirian cocok sebagai pusat perdagangan.

4. Sidotopo

Warga Madura terkenal akan reputasi religiusnya. Tidak terkecuali dengan mereka yang menjadi penduduk mayoritas di kawasan Sidotopo.

Belum lagi, wilayah Sidotopo yang terkenal akan situs makam-makam religi di Surabaya.

“Dahulu Sidotopo satu area dengan Botoputih yang merupakan kawasan religius bagi orang-orang di masa kerajaan. Di tempat inilah para pertapa menempa diri untuk memperdalam ilmu kebatinannya,” ucap Nur Setiawan, pegiat sejarah Surabaya. 

5. Tambak Wedi

Tambak Wedi merujuk pada kawasan di Kenjeran yang dulunya merupakan kawasan pesisir atau empang.

Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan, wilayah Tambak Wedi yang berbatasan langsung dengan Selat Madura dulunya berupa pesisir pantai.

Penamaan Tambak Wedi juga dari asal wilayah tersebut. Dimana, wilayah ini dulunya dikelilingi pasir atau wedi (bahasa Jawa). 

Pasir ini mengelilingi wilayah tersebut seperti pantai pada umumnya. "Ini bertahan hingga abad ke-19," katanya.

Kondisi mulai berubah ketika menginjak awal abad ke-20. Dimana satu per satu daerah tersebut dihuni warga. 

Warga yang mayoritas nelayan ini memanfaatkan beberapa empang di lokasi tersebut untuk mencari ikan. "Selain melaut warga juga memanfaatkan empang untuk mencari ikan," ungkapnya.

Begitulah 5 kawasan di Surabaya yang banyak ditinggali warga Madura.

Dari sejarah asal usul sukunya, warga Madura sendiri memiliki nenek moyang yang sama dengan suku Jawa yakni dari bangsa Austronesia yang berasal dari Taiwan. (nad/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto
#jawa #surabaya #Austronesia #madura #kampung #blok m